Melfan Robiansyah: Sampai Detik Ini Pelayanan RSMY Belum Membaik

Melfan Robiansyah: Sampai Detik Ini Pelayanan RSMY Belum Membaik

780
BERBAGI
IST/RBO: Ketua Seknas Jokowi Provinsi Bengkulu Melfan Robiansyah, SH

Seknas Jokowi Minta Gub Copot Oknum Petugas RSMY

RBO, BENGKULU – Peristiwa yang memilukan seorang bapak yang diketahui bernama Aspin terpaksa memasukkan jenazah anaknya dalam tas dan membohongi supir travel karena tidak sanggup membayar biaya ambulance RSMY menjadi sorotan berbagai kalangan.

Bahkan Nada keprihatinan juga disampaikan oleh Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Bengkulu. Atas kejadian yang tidak berperikemanusiaan tersebut, pihak Seknas meminta Gubernur Bengkulu Dr H. Ridwan Mukti MH agar mencopot oknum petugas RSMY yang terkait kejadian itu.

“Kami sangat menyesalkan, bahwa sampai saat ini pelayanan RSMY Provinsi Bengkulu tidak juga ada perubahan, pelayanan RSMY belum membaik dari sebelumnya, dan bahkan ada jenazah anak bayi yang terpaksa masuk dalam tas serta dibawa naik mobil travel oleh bapaknya akibat tidak adanya kompromi dari pihak RSMY untuk meminjamkan ambulance milik pemerintah daerah itu,” kata Ketua Seknas Jokowi Provinsi Bengkulu Melfan Robiansyah SH,Minggu (16/4).

Untuk itu, selain meminta Gubernur mencopot oknum petugas RSMY terkait peristiwa yang dialami Aspin, Seknas juga meminta Gubernur Bengkulu bersama pihak DPRD Provinsi segera memanggil dan melakukan evaluasi terhadap manajemen serta pelayanan RSMY.

“Kami minta Gubernur Bengkulu mencopot oknum di Rumah Sakit yang berkaitan dengan masalah ini dari jabatannya, agar kejadian ini bisa menjadi pembelajaran dan syok terapi untuk petugas RSMY lainnya. Dan kami berharap kejadian ini cukup satu kali terjadi, jangan sampai terulang kembali,” desak Melfan.

Jika kejadian ini tidak ditindaklanjuti oleh pejabat Provinsi Bengkulu, maka pihaknya akan meneruskan laporan mereka ke sekretariat nasional Revolusi Mental di Jakarta.

“Ini adalah persoalan serius dan harus mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Jika tidak ditindaklanjuti maka pelayanan dan manajemen RSMY akan semakin memprihatinkan. Sebab itu, perlu diberi tindakan tegas sedari sekarang,” kata dia.

Sementara itu, dari anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Siption Muhady S.Ag, juga menegaskan, jika kejadian ini berulang dan oknum petugas RSMY masih tidak berubah maka wajar jika dicopot. “Kalau memang sudah tidak bisa dibina lagi, maka oknum petugas yang seharusnya melayani masyarakat dengan ramah itu terpaksa harus diberhentikan,” tutup dia. (idn)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY