Penunggak PDAM di Panggil Jaksa

Penunggak PDAM di Panggil Jaksa

137
BERBAGI
IST/RBO: Gedung PDAM Bengkulu

Tak Pemenuhi Panggilan, Sita Barang Untuk Jaminan

RBO, BENGKULU – MoU Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) dengan Kejaksaan Tinggi (Kejari) Bengkulu pada Januari 2017 lalu mulai direalisasikan. Sekarang Kejari terus lakukan pemanggilan hingga ke penyitaan barang jaminan konsumen PDAM yang bermasalah.

Dikatakan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negera (Datun) Kejari Bengkulu Herbeth Pesta Hutapea SH, MH selama penanda tangan MoU sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemanggilan 30 pelanggan yang nunggak. Pihaknya akan terus lakukan upaya pemanggilan.

“Kalau yang nunggak bervariasi ada masyarakat biasa dan juga ada Perusahaan. Jumlah tunggakannyapun bervariasi. Yang paling lama itu dari tahun 2008 hingga sekarang belum pernah membayar sama sekali,” terang Herbeth kemarin, (12/4).

Dikatakannya lebih lanjut kalau total keseluruhan yang nunggak diterima pihaknya yaitu sekitar Rp 800 Juta dengan jumlah tunggakan demikian dirinya berusaha terus lakukan pemanggilan terhadap pelanggan yang nunggak, setiap hari ada pemanggilan.

“Kita dalam menangani ini tidak tebang pilih. Kalau dia nunggak harus bayar baik itu masyarakat biasa maupun Instansi Pemerintahan dan Perusahaan. Kita harus tegas dalam penanganan ini, karena ini juga berkaitan dengan masyarakat biasa,” tegasnya.

Setiap hari memanggil pelanggan yang nunggak 10 orang. Kalau surat pemanggilan itu tidak dipenuhinya maka akan dilayangkan kembali surat pemanggilan yang selanjutnya.

“Kalau mereka belum memenuhi panggilan kita, kita terus lakukan pemanggilan selanjutnya hingga kepemutusan penyitaan barang jaminan,” tambahnya.

Namun dirinya enggan menyebut perusahaan apa saja yang nunggak dan jumlah tunggakannyapun dirinya enggan berkomentar. Setelah dilakukan pemanggilan mereka juga tidak datang nanti akan diumumkan.

“Kalau sekarang perusahaan yang nunggak masih rahasia kita. Belum bisa kita sampaikan karena kita masih dalam proses pemanggilan,” ungkapnya. (cw5)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY