Pedagang Galang Dana Korban Kekerasan Satpol PP

Pedagang Galang Dana Korban Kekerasan Satpol PP

132
BERBAGI
Wawan/RBO: Pedagang Galang dana untuk korban anarkis oknum Satpol PP.

RBO, SELUMA – Upaya keluarga ahli waris lahan Pasar Tais yang didampingi Pemkab Seluma melakukan pemagaran pasar tak digubris kelangan pedagang Pasar Tais. Pasca pagar dibongkar dan dibakar, Minggu (16/4) kemarin aktivitas pasar mingguan tersebut kembali berjalan. Bahkan, di sela -sela aktivitas pasar, sejumlah pedagang menyempatkan untuk menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Juai(35), pedagang Pasar Tais, yang mengalami luka-luka pasca bentrok dengan Satpol PP pada Kamis ( 13/4) lalu.

“Dana tersebut terkumpul sebesar Rp 1.310.000 untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan lain salah satu rekan kita yang mengalami cedera pasca bentrok dengan aparat Satpol PP,” sampai Ketua Forum Pedagang Pasar Mingguan Tais, Rosdi, kemarin.

Menurut Rosdi, pihaknya tidak akan membawa diam kasus dugaan kekerasan oleh oknum aparat, dan mengaku akan membawa kasus tersebut ke hukum. “Sudah kita laporkan ke Polres,” sampainya.

Selain itu, pihaknya hari ini (Senin 14/4) bersama sejumlah perwakilan pedagang Pasar Tais di dampingi LBH – APKB (Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Perisai Keadilan Bengkulu) akan mendatangi DPRD Provinsi Bengkulu.

“Selain telah membawa kasus tersebut ke KomnasHAM, kami juga akan mengadu ke anggota DPRD Bengkulu dapil Seluma,” sampai Rosdi.

Sementara itu, pantauan dilapangan, dualisme pelaksanaan pasar masih terjadi antara Pasar Sembayat di Kelurahan Sembayat Kecamatan Seluma Timur dengan Pasar Tais di Kelurahan Pasar Tais Kecamatan Seluma Kota.

“Minggu ini, Pasar Sembayat lebih sepi ketimbang Minggu kemarin. Jika dibiarkan, lama-lama pasar akan kembali lagi ke pasar Tais,” ujar Nelwan (43), warga Desa Kota Agung, Kecamatan Seluma Timur, Minggu (16/4).

Masyarakat meminta keberadaan pasar dapat kembali dipusatkan di salah satu lokasi, sehingga keberadaan pasar makin ramai dan tidak menyulitkan warga. (One)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY