DPRD Provinsi Sarankan Rotasi Pegawai Lama di RSMY

DPRD Provinsi Sarankan Rotasi Pegawai Lama di RSMY

129
BERBAGI
H. Edison Simbolon, S.Sos, M. Si

RBO, BENGKULU – Pihak lembaga legislatif DPRD Provinsi Bengkulu mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu, Dr H. Ridwan Mukti MH terhadap kasus tidak mampunya Aspin warga Kabupaten Kaur membayar sewa ambulance milik RSMY.

“Sebenarnya, kami atas nama lembaga sangat prihatin dengan adanya kejadian musibah seperti ini. Dimana mengakibatkan orang tua yang anaknya meninggal tidak jujur terhadap sopir travel karena gak mampu membayar sewa ambulance RSMY, dan Gubernur sudah langsung datang kelokasi rumah keluarga tidak mampu tersebut. Kemudian melakukan sidak ke RSMY dan Gubernur secara gentlemen mengakui itu adalah kesalahannya. Untuk itu kita dari lembaga legislatif DPRD Provinsi mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Gubernur,” ungkap Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, H. Edison Simbolon S.Sos, M.Si ketika melakukan konferensi pers diteras Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu usai paripurna, Selasa (18/4).

Dijelaskan oleh Edison, sebenarnya pihaknya merasa prihatin dengan kondisi Bengkulu saat ini. Dimana beberapa kali Provinsi Bengkulu menjadi sorotan media nasional karena hal-hal negative. Seperti kematian Yuyun, bocah yang diperkosa ramai-ramai tahun 2016 lalu. Kemudian sekarang kasus jenazah anak bayi yang terpaksa dimasukkan dalam tas. “Ini kan jadi berita yang gak baik untuk daerah kita,” jelasnya.

Untuk itu, atas kejadian ini, Edison yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu itu mengatakan, saat ini sebenarnya sudah sangat banyak ambulance gratis yang disiapkan oleh organisasi-organisasi kelompok masyarakat maupun organisasi Partai Politik. Dan semuanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sebab itu, saya merasa penting bagi pimpinan RSMY untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan organisasi-organisasi tersebut. Sehingga ketika ada warga tidak mampu, dia bisa mengarahkan untuk menggunakan jasa ambulance gratis. Kemudian juga, diperlukan kebijakan dari Direktur RSMY khusus warga tidak mampu. Memang untuk menggunakan jasa ambulance RSMY ada hitungan biayanya. Tapi untuk warga tidak mampu mungkin perlu ada kebijakan yang diambil,” katanya.

Selain itu, menurut Edison juga diperlukan rotasi terhadap para pegawai lama di RSMY tersebut. “Saya tau, di RSMY itu banyak pegawai lama. Sebab itu perlu dilakukan rotasi atau penyegaran dan rotasi ini bukan didasari atas suka atau tidak suka, melainkan karena kebutuhan untuk penyegaran,” pungkasnya. (idn)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY