Dewan Nilai Pemberian Proper Biru Keliru

Dewan Nilai Pemberian Proper Biru Keliru

Tantawi Dali
BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Pemberian Proper biru terhadap Program Peringkat Kinerja Perusahaan PT Titan Wijaya dipertanyakan DPRD Provinsi Bengkulu. Pasalnya pemberian proper biru itu dinilai keliru. Sebab, pelabuhan khusus milik PT Titan Wijaya diduga beroperasi tidak sesuai Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Aneh saja. Kok bisa-bisanya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan proper biru. Dengan kondisi yang seperti ini, seharusnyakan perusahaan diblacklist. Apalagi keberadaan perusahaan sangat minim dampak positifnya bagi masyarakat,” ungkap anggota Komisi III DPRD Provinsi, Tantawi Dali S.Sos, MM, Rabu (19/4).

Menurut Tantawi, adanya laporan masyarakat disekitar pelabuhan yang mengeluhkan keberadaan PT Titan Wijaya yang menyebabkan abrasi dan dampak lingkungan lainnya menguatkan jika perusahaan tak berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

Sehingga semestinya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di lingkungan Pemprov ataupun Pemkab bersikap tegas.

“Kalau PT Titan ini pelabuhannya terbukti tak sesuai Amdal, artinya eksekutif kecolongan. Jika tidak, maka ada unsur pembiaran,” tegas Tantawi.

Ditambahkan Tantawi, tidak ada salahnya eksekutif bersikap tegas terhadap perusahaan tak terkecuali PT Titan Wijaya. Mengingat kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perusahaan ini hampir tidak ada.

“Untuk apa dipertahankan perusahaan seperti ini. Memang ada royaltinya. Tapi banyak perusahaan yang nunggak. Itupun dana bagi hasil, bukan PAD murni,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Ir. Agus Priambudi, M.Si mengatakan, penilaian terkait proper dilakukan KLHK serta pihaknya.

“Tetapi dalam masalah ini yang dinilai itu tingkat pencemaran saja. Sama sekali tidak terkait soal Amdal. Kalau Amdal, itu lebih kepada Dinas ESDM Kabupaten,” ujarnya.

Meskipun begitu, lanjut Agus, keluhan masyarakat Desa Kota Bani yang notabene juga pernah melapor pada pihaknya tetap akan ditindaklanjuti mengingat ada dampak lingkungan atas keberadaan pelabuhan PT Titan Wijaya.

“Nantinya kita akan berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya. Kita tekankan masalah ini tidak akan didiamkan,” pungkasnya.(idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

15 + 3 =