Dihantam Gelombang Tinggi, Tulang Bahu Nelayan Mukomuko Retak

Dihantam Gelombang Tinggi, Tulang Bahu Nelayan Mukomuko Retak

113
BERBAGI
Ilustrasi/RBO: Nelayan Terombang ambing dilaut

Dua Jam Terapung di Lautan

RBO, MUKOMUKO – Malaikat maut hampir saja menghampiri tiga nelayan SP 10 Desa Rawa Bangun Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko. Bagaimana tidak, kapal yang digunakan untuk melaut terbalik dihantam gelombang tinggi.

Kejadian ini bermula, Nuryanto (40), Sunari (28) dan Jepri (35) yang merupakan nelayan SP 10 berangkat melaut Senin sore (17/4). Kata Nuryanto, rencananya mereka akan melaut selama 3 hari.

Kemudian sekitar pukul 18.10 WIB ketiga nelayan ini bermaksud menepi ke pantai untuk melaksanakan salat magrib dan makan malam. Belum sempat tiba di pantai, malangnya kapal mereka kandas dan mesin kapalnya langsung rusak. Dengan kondisi mesin mati mereka tidak bisa bergerak untuk mengarahkan jalur kapal. Musibah tidak bisa dielakan, gelombang tinggi menghantam kapal menyebabkan kapal terbalik.

Akibat terjangan gelombang itu, Nuryanto dan Jepri terlempar cukup jauh dari kapal. Sedangkan Sunari jatuh dibawah kapal yang terbalik. Karena kapal terus berayun kencang mengikuti dorongan ombak, bahu kanan Sunari menghantam bagian kapal cukup keras, sehingga mengakibatkan bahu kanannya retak.

Lanjut Nuryanto menceritakan, setelah kepanikan mereka sedikit menghilang dan mereka sudah bisa berkomunikasi satu sama lain. Mereka memutuskan untuk berenang ke tepian sembari menarik kapal.

Katanya, mereka nekat menarik kapal ke pinggir karena takut mengalami rugi lebih besar lagi. Itupun katanya kapal itu milik orang lain, mereka hanya bekerja. Kalau kapal itu hilang mereka tidak sanggup mengganti.

“Jarak kami dengan pantai itu sekitar 200 meter. Takut kapal hilang, kami tarik aja kapalnya kepinggir sambil berenang. Alhamdulillah kami bisa tiba di pinggir walaupun sangat letih. Apalagi mas Sunari tanganya retak,” ujarnya.
Katanya, mereka terdampar di pantai Teluk Pulai sudah masuk kawasan perairan Sumatera Barat. Lokasi ini cukup jauh dengan pemukiman warga. Kemudian mereka beristirahat semalam tanpa makan. Tambahnya, untungnya dipinggir itu mereka bertemu nelayan lain, sehinga bisa menghubungi Bos (pemilik kapal) menunggu penyelamatan.
Akibat kejadian ini, ditaksir kerugian mencapai Rp 30 jutaan, yang mana mesin kapal rusak berat, sejumlah alat tangkap hilang, HP hilang dan rusak berat dan badan kapal yang rusak cukup parah.

TNI AL Jemput Nuryanto 

Komandan Pos Angkatan Laut (Danpos AL) Mukomuko, Peltubha Sapto Agus P membenarkan kejadian tersebut. Katanya, syukurnya ketiga nelayan tersebut dapat dievakuasi ke Markas Pos AL dengan cepat.
Disampaikannya, ia mengetahui kejadian nelayan yang terapung itu dari Kepla BPBD Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE. Pihak BPBD dapat informasi dari pemilik kapal Kalim (33). Mendapat informasi itu, ia langsung bergerak menuju lokasi dengan menggunakan kapal.
“Saya ajak satu orang nelayan PIM yang paham dengan perairan disana,” kata Sapto.
Lanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIB ia sudah menemukan lokasi ketiga nelayan itu, dan langsung mengevakuasi ketiganya ke Markas Pos AL Mukomuko.
“Sayangnya kapalnya belum bisa kita evakuasi karena mesin rusak dan badan (sayap) kapal mengalami rusak berat. Kalau kami paksakan menarik kapal khawatir bisa lebih bahaya karena gelombang masih tinggi sekitar 4 meteran,” jelasnya.
Setelah penyelamatan ini, pihaknya serahkan ke Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk menindak lanjuti musibah ini, khusunya instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Dinas Sosial. Dari pantauan RBI di Pos AL Mukomuko, pihak DKP sudah melihat kondisi ketiga nelayan tersebut, berikut Dinas Sosial yang diwakili Ketua Tagana. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

16 + eighteen =