Kapolres Ringkus 2 Pengedar Narkoba

Kapolres Ringkus 2 Pengedar Narkoba

164
BERBAGI
Seno/RBO: Salah satu tsk pengedar narkoba jenis sabu MM (34) sedang diperiksa anggota Satnarkoba Polres Mukomuko.

RBO, MUKOMUKO – Jajaran Polres Mukomuko  mengamankan 2 bandar narkoba jenis sabu, Selasa (18/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Penyergapan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mukomuko, AKBP Sigit Ali Ismanto, S.IK terjadi di Desa Sibak, Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko.

Kapolres mengatakan, kedua pengedar ini sudah lama menjadi incaran pihak Kepolisian. Setelah anggota menyamar menjadi pembeli, tim yang berjumlah 4 orang langsung menyergap keduanya. “Keduanya warga Ipuh, Inisialnya MM (34) dan RR (18). Keduanya diduga merupkan jaringan bandar narkoba diwilayah Ipuh,” kata Sigit saat dijumpai di ruang kerjanya kemarin.

Sebutnya, dari tsk diamankan barang bukti (BB) berupa dua paket kecil sabu, uang tunai Rp 600.000 dan telepon genggam (HP).

Dijelaskannya, dari hasil pengembangan dilapangan, sebenarnya tim berpeluang menangkap dua orang lagi yang merupakan pasangan suami istri (pasutri). Sayangnya saat tim tiba dirumah yang bersangkutan, pasutri tersebut sudah melarikan diri. Dugaan kuat sudah ada yang membocorkan.

“Jadi pada saat kita melakukan penggeledahan dirumah RR dan MM yang masih kakak adik ini, ada pihak keluarganya yang mendengar kalau tim mau bergerak ke rumah bandar berinisial YD. Kaitan YD dan istrinya ini karena MM mesan barang kepada YD. Kemudian MM meminta RR untuk mengambil pesanan tersebut, yang menyerahkan barang ke RR, istrinya YD. Jadi diduga YD ini merupakan bandar yang dibantu istrinya. Untuk YD dan istrinya ini sudah ditetapkan DPO,” jelas Kapolres.

Terkait kasus ini, kedua tsk dikenakan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Junto 132 sebagai perantara dengan ancaman hukuman maksimal 25 tahun kurungan.

Tambahnya, sepanjang awal tahun 2017 atau sekitar 4 bulan ini, Polres Mukomuko telah menangani 5 kasus nakoba. Dari 5 kasus tersebut, jajaran Polres Mukomuko berhasil menangkap 6 tsk, baik pemakai dan pengedar.

“Total tahun 2016 lalu sebanyak 12 kasus. Tahun ini baru jalan 4 bulan sudah ada 5 kasus,” ungkapnya.

Dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkoba ini, ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua atau pihak keluarga masing-masing untuk saling mengawasi anggota keluarganya.

Peran keluarga untuk menjauhkan seseorang ke jurang narkoba sangat besar. Apabila, lanjut Kapolres, terdapat anggota keluarganya yang sudah terlanjur menyalahgunakan narkoba, disarankan untuk melakukan rehabilitasi ke instansi terkait.

“Tugas pokok Kepolisian kalau menyangkut narkoba ini berkaitan dengan tindakan hukum kepada pelaku. Sedangkan untuk pencegahannya Kepolisian sebatas sosialisasi. Kami sangat mengharapkan peran keluarga dan masyarakat yang bisa lebih dalam menasihati keluarga masing-masing. Ayo kita perangi narkoba ini secara bersama-sama,” imbuh Kapolres. (sam)

Baru 6 Bulan Bebas, Mantan Napi Tertangkap Lagi

RBI, MUKOMUKO – Vonis kurungan atau pemberian hukuman kepada pelaku kriminal merupakan satu konsekuensi bagi pelaku kejahatan. Disisi lain semua pihak berharap, setelah seseorang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) diharapkan ada perubahan sikap yang lebih baik.
Namun nyatanya, tidak sedikit harapan itu hanya sebuah harapan dalam kata lain, mantan napi setelah keluar penjara tidak menunjukan perubahan sikap yang baik, justru terkadang semakin menjadi.
Seperti yang terjadi di Mukomuko ini. Jajaran Polres Mukomuko baru saja menangkap jaringan peredaran narkoba di Desa Sibak Kecamatan Ipuh.     Kepolisian berhasil menangkap terduga pengedar, yakni MM (34) dan RR (18) yang merupakan terduga pengedar narkoba jenis sabu diwilayah itu.
Kapolres Mukomuko, AKBP Sigit Ali Ismanto, S.IK mengungkapkan, satu tsk tersebut  yang berinisial MM merupakan mantan narapidana (Napi) yang baru 6 bulan menghirup udara segar diluar pagar LP.
Dijelaskan Sigit, satu orang tsk berinisial MM merupakan mantan narapidana yang baru 6 bulan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP), tepatnya 25 November 2016 lalu. MM dipenjara karena terbukti melakukan pembunuhan dan perampokan pada tahun 2003 lalu yang divonis hakim penjara selama 17 tahun.
Ia terpaksa menjalani proses hukum kembali dan berpeluang diganjar dengan hukuman kurungan 5 tahun keatas akibat tindakanya mengedarkan narkoba jenis sabu.
“Akibat perbuatanya mengedarkan narkoba ini, MM sudah ditahan di jel Mapolres Mukomuko,” singkat Kapolres. (sam)

Masyarakat Bertekad Bertahan di Lahan Eks PT BBS

RBI, MUKOMUKO – Ratusan masyarakat dari enam desa, yakni Talang Baru, Talang Arah, Lubuk Talang, Air Merah dan Simambung Makmur Kecamatan Malin Deman menyatakan diri akan tetap bertahan dilahan eks PT BBS seluas 1.553 hektare yang sejak lama mereka kelola selepas tidak dikelola oleh PT BBS.
Alasan masyarakat ingin mempertahankan lahan tersebut tidak lain faktor kebutuhan ekonomi. Diketahui, ratusan masyarakat dari enam desa tersebut  sangat bergantung dengan lahan tersebut sebagai sumber mata pencharian.
“Kami masyarakat yang merasa sumber kehidupan kami diserobot oleh perusahaan. Oleh karena itu, kami meminta kepada Pansus yang sekarang sedang mengurusi sengketa kami dengan perusahaan dapat diselesaikan segera dan penuh dengan rasa keadilan untuk masyarakat banyak,” kata Sabirin (40), salah satu waga Talang Baru yang terkait masalah ini.
Masyarakat juga menduga, patok HGU PT BBS seluas 1.553 itu sudah digeser oleh oknum. Dan patok yang ada sekarang merupakan patok palsu.
“Kita tidak tahu pasti siapa yang menggeser. Tapi kalau yang mengklaim pengelolaan lahan HGU itu sudah jelas siapa, kita sama-sama tahu,” ujar Sabirin.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan legalitas dari perusahan DDP yang juga mengklaim atas pengelolaan lahan tersebut. Sejak lahan HGU PT BBS ini diklaim oleh pihak perusahaan dan masyarakat, sudah terjadi beberapa kali bentrok atau konflik yang terjadi di daerah itu. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × 4 =