Satpol PP dan Damkar Tangkap Sapi Liar di Bandara dan Lingkungan Kantornya

Satpol PP dan Damkar Tangkap Sapi Liar di Bandara dan Lingkungan Kantornya

SENO/RBO: Anggota Satpol-PP sedang berusaha mengangkat sapi ke mobil untuk diamankan di Kantor Dinas Satpol-PP dan Damkar, Selasa
BERBAGI:

RBO, MUKOMUKO – Sesuai dengan janji yang disampaikan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran ( Satpol-PP dan Damkar) Kabupupaten Mukomuko, Drs, Marjohan beberapa waktu lalu yang mana ia mengatakan tim terpadu akan langsung bergerak secara rutin menggelar razia hewan ternak yang dilepasliarkan pemiliknya.

Setelah menerima SK, janji itu dibuktikannya kemarin, Selasa (18/4). Tim Terpadu langsung mengelar razia ternak liar di dua lokasi, yakni di sekitaran Bandara Mukomuko dan lingkungan perkantoran.

Dari pantauan RBO, di lokasi Bandara, tim berhasil menangkap satu ekor sapi yang dilepasliarkan pemiliknya. Kemudian sapi dewasa itu langsung diamankan di Kantor Satpol-PP dan Damkar.
Marjohan menjelaskan, Tim Terpadu ini tim yang dibentuk melalui SK Bupati dengan tugas menertibkan ternak liar. Sebanyak 17 orang anggota Tim Terpadu terdiri dari perwakilan Dinas Satpol-PP dan Damkar, Kepolisian, TNI, Kecamatan dan Kelurahan terjun bersama-sama untuk menggelar razia ternak ini.
“Ini hari pertama Tim Terpadu melaksanakan razia ternak. Selanjutnya kami akan melaksanakan razia secara rutin. Tapi jadwalnya kami rahasiakan,” katanya saat dimintai keterangan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dibentuknya Tim Terpadu ini, bukan semata untuk menangkap sebanyaknya ternak liar di Mukomuko. Ini merupakan bagian dari tindakan Pemerintah Kabupaten Mukomuko mengimbau masyarakat agar beternak dengan cara yang baik, sehingga tidak merugikan orang lain.
“Kita berharap disini timbul kesadaran dari oknum masyarakat pemilik ternak tersebut untuk mengurus ternaknya dengan baik. Jangan sampai dibiarkan liar bebas yang dapat menimbulkan bahaya dan kerugian masyarakat lain. Tujuan dibuat peraturan itu demi kebaikan. Sosialisasi peraturannyapun sudah dilakukan beberapa kali,” jelas Marjohan.
Terkait denga personel Tim Terpadu ini, ia mengatakan tidak ada kendala. Tinggal lagi pihaknya mengatur jadwal tim mana yang bertugas. Begitu juga dengan operasional, Marjohan mengakui tidak ada kendala karena tim yang tergabung dalam Tim Terpadu akan menerima honor setiap bulan. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seven − 5 =