Wagub Imbau Petani Tak Alih Fungsi Lahan

Wagub Imbau Petani Tak Alih Fungsi Lahan

129
BERBAGI
DEDI/RBO: Wagub didampingi Plh Bupati Benteng, ketua DPRD Kota Bengkulu, Danrem, Unib dan BPTP saat panen raya di areal Srikuncoro.

RBO, BENTENG – Wakil Gubernur Bengkulu, DR.drh.H. Rohidin Mersyah, MMA mengimbau petani tetap mempertahankan lahan pertanian mereka. Ini bukan saja sebagai Benteng pertahanan dalam mempertahankan swasembada pangan, namun juga sebagai jaminan ketersediaan pangan di masa depan.

“Lahan pertanian semakin sempit, seiring dengan kebutuhan lahan untuk aktivitas bisnis dan pemukiman. Jika lahan pertanian semakin menyempit maka konsekuensinya adalah produksi bahan pangan kita juga semakin dikit, akibatnya tentu bahan pangan menjadi langka dan mahal. Nah melalui kesempatan ini kami harap petani tetap mempertahankan lahan yang masih tersisa untuk produksi bahan pangan kita,” kata Rohidin saat menghadiri panen raya di Poktan Perintis II di persawahan Pematang Gubernur Desa Srikuncoro Kecamatan Pondok Kelapa.

Tak hanya itu, dia juga meminta masing-masing Pemda mengalokasikan anggaran untuk mendukung sektor pertanian, sehigga petani tak merubah lahan mereka. Seperti penyediaan infrastruktur yang memadai, baik untuk pengairan sawah maupun jalan usaha tani atau jalan sentra produksi. Tanpa dukungan dari pemerintah, lahan yang ada sulit dipertahankan.

“Jika irigasi tersedia, debit air bagus dan obat-obatan, pupuk serta mobilitas lancar maka tidak ada alasan bagi petani untuk mengubah lahan sawah mereka menjadi kebun sawit atau kebun karet,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Bupati Benteng, Muzakir Hamidi, S.Sos, MM mengungkapkan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap petani adalah terus mengalokasikan anggaran pada sektor pertanian dengan persentase cukup tinggi. Selain itu, pihaknya juga menerbitkan regulasi terkait alih fungsi lahan.

“Perda dan regulasi lainnya terkait alih fungsi lahan terus kami sosialisasikan, begitu juga dengan penyediaan infrastruktur terus kami lakukan. Bahkan beberapa tahun terakhir Benteng berhasil meraih swasembada beras,” kata Muzakir.

Dalam kegiatan itu, juga tampak hadir Ketua DPRD Kota Bengkulu, Kadis Pertanian Provinsi, unsur FKPD dan jajaran kepala OPD Pemda Benteng.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi, SE mengatakan menurut Dia benih padi subsidi dari pemerintah mestinya digratiskan untuk para petani. Sebab lanjut Dia, kondisi di lapangan para petani merasa sangat keberatan bila harus membeli benih tersebut. Apalagi disaat musim penghujan tiba, kebanyakan para petani yang sawahnya tergenang mengalami gagal panen.

“Saya sudah beberapa kali survei ke lapangan, saya tanya langsung ke para petani, ternyata bantuan benih padi itu mereka tetap harus membayar. Lah kok demikian, saya pikir harusnya hal itu digratiskan,” sampai Dia.

Apalagi, setelah Dia telusuri lebih jauh ternyata hasil penjualan benih padi subsidi ke petani itu, pemerintah hanya menghasilkan Rp 30 juta Pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Dia, hal itu tidak sesuai dengan upaya para petani meningkatkan kualitas padi di Kota Bengkulu.

“Saya kira masih banyak kok sumber PAD lain untuk membantu pendapatan Kota ini, jangan para petani pula yang dibebani jika kondisinya demikian. Ternyata setahunnya hanya hasil Rp 30 juta dari penjualan benih padi. Kan sangat disayangkan. Sudah waktunya, kita bangkitkan gelora penghasil padi terbaik di Bengkulu. Kasihan petani ketika gagal panen, mereka harus beli lagi benih. Kemudian dampak lainnya, warga kota pun kesulitan untuk dapat beras lokal,” sampai Dia.

Menindaklanjuti hal itu, Erna memastikan akan mengusulkan penggratisan benih padi ke pemerintah dan akan dibahas ditingkat legislatif. “Semoga saja semua setuju dengan usulan ini,” tutup Dia. (tan/lay)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY