Plt Kepala BPKAD Ditahan, Tersangka Bakal Bertambah

Plt Kepala BPKAD Ditahan, Tersangka Bakal Bertambah

BERBAGI
Dedi/RBO- Wilson Saat menuju Mobil Tahanan Kejari

Wilson Tanya Legalitas Penahanannya

RBO, BENGKULU – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Rabu kemarin, 19/4 menahan mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu, Wilson SE. Tersangka yang sekarang menjabat sebagai Plt Kepala Instansi tersebut mempertanayakan legalitas Penahanan dirinya. Dia terkait korupsi dalam pengelolaan anggaran Rutin di BPKAD dengan anggaran sekitar Rp 1 Miliar Lebih tahun 2013 lalu.
Kajari Bengkulu I Made Sudarmawan SH, MH melalui Kasi Aspidsus, Irvon Desvi Putra SH mengatakan, penahanan ini sesuai dengan hasil pemeriksaan tim penyidik dan terbukti bahwa dia (Wilson red) yang harus menjadi tersangka pertama dalam kasus korupsi ini.
“Awalnya yang bersangkutan sempat kita periksa sebagai saksi oleh tim penyidik. Setelah diperiksa demikian maka penyidik berkesimpulan hari ini yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka pertama dan langsung ditahan,” terang Irvon.
Memang, tadi dijelaskan Irvon yang bersangkutan menolak untuk ditahan. Namun penyidik menjelaskan berdasarkan KUHP yang berlaku sekarang ini maka tersangka bisa ditahan.
“Berdasarkan KUHP tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 pasal 3 dan pasal 9 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana Korupsi. Penahan yang dilakukan penyidik takut yang bersangkutan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” beber Irvon.
Dikatakan, Irvon untuk hasil penyidikan sementara baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Bisa jadi tersangka bakal bertambah sesuai dengan hasil penyidikan selanjutnya.
“Kemungkinan tersangka bakal bertambah. Dari nilai Anggaran 1 Miliar itu, Kerugian negara menurut perhitungan auditor dari Badan Pengawasan Keuangan (BPK) sekitar Rp 500.000.000,” ucap Irvon.
Terpisah Wilson SE saat ditanyai seusai pemeriksaan mengatakan tidak menerima penahanan terhdap dirinya.
“Penahanan ini, saya masih mempertanyakan legalitasnya,” singkat Wilson saat menaiki mobil tahanan Kejari Kemarin.
Pantauan Jurnalis Wilson datang ke Kejari Bengkulu memenuhi panggilan Penyidik sekira Pukul 10.00 WIB mengenakan seragam putih hitam dan selesai diperiksa Pukul 13.00 WIB. Waktu dia keluar dari ruang pemeriksaan, dirinya langsung digiring oleh tim sabhara Polres Bengkulu menaiki mobil tahanan Kejari, dan langsung menuju Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bengkulu. (cw5)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

twelve + 4 =