Cegah Dini Untuk Hindari Kekerasan Pada Anak

Cegah Dini Untuk Hindari Kekerasan Pada Anak

170
BERBAGI

Netty Prasetiyani: Jangan Sampai Jadi Korban Baru Mau Dicegah

RBO, BENGKULU – Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan terhadap anak, menurut Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Dr Hj. Netty Prasetiyani SS, M.Si perlu adanya penanganan berupa pencegahan sedari dini.

“Untuk itu, jika kita mau kerjasama dengan grassroot, mulai dari kelurahan, desa, dan dusun hingga kecamatan, maka perlu dilakukan upaya pencegahan, kita ingin sebanyak-banyaknya masyarakat itu tercegah. Jangan sampai nanti mengetahui, dan mengenal kekerasan setelah menjadi korban. nah ini yang tadi disampaikan dan jadi gagasan yang sangat baik, bahwa harus ada beberapa unsur berupa pemetaan, kalau kita ingin sosialisasi kemasyarakat maka kelompok yang paling mungkin disasar adalah kaum perempuan yaitu ibu-ibu,” ungkap istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut saat menjadi narasumber talkshow yang dilaksanakan oleh PW Salimah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Dinas P3APPKB dengan tema pengasuhan dan perlindungan terhadap anak di Gedung Aula Pola Bappeda Provinsi Bengkulu, Senin (24/4).

Dijelaskan oleh Dr Hj. Netty Prasetiyani, perlu perbaikan pola pengasuhan. Ibu-ibu tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan fisik sang anak, tapi juga bagaimana ibu mengamati tumbuh kembang anak. Mulai amati proses kejiwaan anak.

“Nah ini yang tadi saya katakan harus ada sebuah intervensi dari pemerintah dengan menyelipkan tema-tema tentang keluarga, tema-tema tentang pengasuhan dan sebagainya. Dan jangan ragu untuk menjelaskan konsep pertumbuhan, apa sih yang harus dijaga dari tubuh kita ini, ada berapa area yang harus dijaga. Dan ini bisa dilakukan oleh ibu-ibu misalnya ditengah posyandu dan yang lainnya. Dan solusinya memang harus ada pemberdayaan, menambah pengetahuan, serta upaya pencegahan tadi,” jelasnya.

Sebelumnya, dari Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani Wati, mengatakan untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak, maka tidak bisa jika hanya mengandalkan P3APPKB saja.

“Jadi untuk masalah kekerasan anak, tidak selesai dengan dinas P3APPKB ini sendiri, artinya kita harus bersama-sama untuk menyelesaikannya. Harus ada keterlibatan partisipatif masyarakat. Dan kedepan walau kita sudah ada perda maupun Pergub, kalau kita hanya berjalan sendiri untuk menegakkannya, maka itu tidak akan maksimal guna mengatasi pencegahan dan perlindungan anak. Kalau data angka kekerasan khusus perempuan dan anak lebih 563 kasus tahun 2016, 50 persen kasus kekerasan anak, apakah itu incest, pelecehan seksual dan sebagainya,” katanya.

Adapun dari Ketua Panitia Talk Show yang juga Ketua PW Salimah Provinsi Bengkulu Safnizar S.Hut, ia menerangkan, kegiatan talk show yang mereka laksanakan, masih dalam rangka memperingati Hari Kartini.

“Kita hari ini talk show dalam rangka memperingati hari Kartini 2017, dan kita bekerjasama dengan P3APPKB serta menghadirkan nara sumber Dr H. Netty Praseiyani SS, M.Si. harapan kita sangat luar biasa, karena kita mengundang seluruh tokoh masyarakat perempuan di Bengkulu agar dapat melakukan sosialisasi tentang pentingnya perlindungan dan pengasuhan anak, yang menjadi hak dari anak. Dan peserta kami dalam talk show ini, adalah seluruh tokoh masyarakat perempuan yang ada di Provinsi Bengkulu,” tambahnya.

Dalam talk show nampak hadir Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah S.Sos, serta Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Rena Anggraini SP. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen + 2 =