Tam Tam Ail Ajak 24 Pengusaha Lihat Potensi Bengkulu

Tam Tam Ail Ajak 24 Pengusaha Lihat Potensi Bengkulu

583
BERBAGI

RBO, BENGKULU – Noviawan Ail atau lebih dikenal dengan panggilan (Tam Tam Ail) sepertinya serius untuk membangun Bengkulu dari berbagai sisi. Bagaimana tidak, Sebagai orang Bengkulu yang sukses di dirantauan terpanggil hatinya turut membangun Bengkulu.

Langkah Awal yang dilakukan adalah dengan membawa 24 orang pengusaha dalam segala bidang yang dikemas dalam bentuk tur atau kunjungan ke lokasi wisata sejarah, dengan mengunjungi Rumah Bung Karno, Rumah Fatmawati dan Benteng Marlborugh.

Puluhan pengusaha tersebut tergabung dalam Komunitas Ikatan Sport Harley Davidson (ISHD) Indonesia.

Dewan Pembina ISHD, Tovi Singgih mengatakan dalam tour wisata kali ini, pihaknya membawa sebanyak 25 anggota komunitas Moge Harley yang sengaja didatangkan dari Jakarta, untuk mengelilingi dan melihat wisata Bengkulu. “Hasilnya adalah Bengkulu mempunyai potensi wisata yang sangat bagus dan tidak dimiliki oleh Provinsi lain,” sampai dia.

Dijelaskan dia, Bengkulu memiliki Rumah Bung Karno yang merupakan tempat pengasingan Bung karno pada penjajahan dahulu. Lalu Rumah Ibu Fatmawati dan Benteng Malborough yang merupakan peninggalan Inggris dan Pantai Panjang yang berbeda dari daerah lain yang pernah dikunjungi komunitasnya. “Kami melihat keberadaan wisata dan peninggalan sejarah yang ada di Bengkulu sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi, sehingg akan mendatangkan wisata lokal maupun manca negara. Tetapi semua itu, perlu pengelolaan secara baik dari Pemerintah Daerahnya, mampu atau tidaknya, kami tinggal melihatnya,” sampai dia.

Tovi menambahkan, sebelum Bengkulu benar-benar menjadi daerah tujuan wisata nasional dan internasional, Pemdanya agar dapat memperbaiki infrastruktur pendukung pariwisatanya.
Karena keberadaan infrastruktur yang ada sekarang dinilai belum mencukupi dan masih banyak yang perlu diperbaiki. “Kami para pencinta motor Gede meminta perbaikan infrastruktur terutama akses jalan harus lebih baik. Karena apabila akses jalan sudah baik, tentu komunitas motor ataupun mobil dan lain akan lebih banyak lagi datang ke Bengkulu ini,” ujar dia.

Sementara itu Presiden Komunitas ISHD Indonesia Noviawan Ail yang lebih akrab disapa Tam Tam Ail, mengatakan “tour Bengkulu lebih baik” ini adalah inisiasi dari para anggota komunitas ISHD itu sendiri.

Mereka memilih Bengkulu Obyek wisata yang ada di Bengkulu sangat luar biasa dan menyenangkan. “Tour Bengkulu lebih baik ini salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah Bengkulu untuk menjadikan destinasi wisata nasional dan internasional,” sampai dia Senin, (24/4/2017).

Noviawan Ail (Tam Tam Ail) yang merupakan tokoh pemuda Bengkulu  yang sudah lama sukses diperantauan ini juga meminta, keseriusan Pemerintah Daerah untuk mengelola dan mempromosikan objek wisata yang ada ke masyarakat luar. “Bengkulu memiliki potensi yang sangat besar dan tidak kalah dengan daerah lain. Sekarang ini tinggal Pemerintah Daerah mampu atau tidaknya untuk mengelola dan menarik wisata untuk datang ke Bengkulu ini,” tutup dia. (hcr)

Ke 24 Pengusaha Tersebut adalah;

1. Tovi singgih General Menagaer Mistsubishi Asia Tenggara
2. Haji Ridho Ismail Shareholder JNE Indonesia
3. Regi Gunawan Shareholders Mate Indonesia
4. Fajar Utama Presdir (kontraktor)
5 Erwin Rubini Shareholders PT. Trafindo (kabel dan travo)
6. M.Majid Owner Tambang Timah di Bangka
7. Yopi Hendrik Owner (Men Spa)
8. Yosef (Show Room Mobil)
9. Dion Tandreas Kontraktor (WNA Australia)
10. Heri Aliando Shoroom Motor (WNA USA)
11. Dr Priyo Yudohusodi, Dokter Obgyn (Ahli Kandungan)
12. Erwin Purba Pengusaha Tambang BB di Kaltim
13. Aditya Herpavi (Artis Tukang Bubur Naik Haji)
14. Herman, Staff Operasional Garuda Indonesia
15. Wahyu Hadi Supranatural
16. Roy Megantara Senior Agency Manager AXA Asuransi
17. Ruli Era Raya Cargo (owner)
18. Danny, Kontraktor
19. Abeng Rahadi, Pengusaha
20. Agus Dwyanto, owner Bengkel Mobil
21. Andi Kusuma, Pegawai Pajak
22. Daus Maulana, Toko Mas di Tangerang
23. Dina Hariadi, Pensiunan TNI
24. Dwi Iswayudi, Pilot Batik Air
25. Tamtam Ail (Pemuda Bengkulu)

1 KOMENTAR

  1. PRESS REALESE

    Rakorwil FPTI se Sumatera
    //
    Mendorong Kesuksesan
    Porwil Bengkulu 2019

    BENGKULU – Sebanyak 8 Pengurus provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) se Sumatera, Sabtu (29/7) berkumpul di The View Resto di Jalan Ciliwung Kota Bengkulu, dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) FPTI se Sumatera.
    Beberapa agenda yang dibahas dalam kegiatan ini diantaranya menghidupkan kembali sirkuit Sumatera yang dalam 1 dekati terakhir dikenal kurang berjalan maksimal. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong kesuksesan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Bengkulu 2019, dimana cabang olahraga panjat tebing menjadi salah satu cabang olahraga unggulan dalam event akbar ini. Agenda lain yang juga penting dibahas dalam kegiatan ini adalah mendorong zona sumatera khususnya cabang olahraga raga panjat tebing untuk bisa masuk dalam eksebisi Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil).
    Ketua Umum Pengprov Federasi Panhat Tebing Indonesia (FPTI) Bengkulu, Yuwono Pintadi mengungkapkan, kendati ada 2 Pengprov yang berhalangan hadir karena padat kegiatan, yakni dari Bangka Belitung dan Sumatera Utara namun koordinasi telah dilakukan oleh pihak pelaksana. Dan hasil dari Rakorwil ini pun nantinya akan menjadi sebuah rekomendasi bersama FPTI se Sumatera untuk dilaksanakan secara bersama-sama demi peningkatan prestasi olahraga panjat tebing di Sumatera.
    “Dari kegiatan ini kita berharap adanya rekomendasi bersama dalam peningkatan sumberdaya manusia dari cabang olahraga panjat tebing di Sumatera. Rekomendasi ini bisa digunakan untuk Pengprov FPTI masing-masing di Sumatera, juga akan disampaikan ke PP FPTI,” ungkap Yuwono.
    Adapun poin yang dibahasa dalam Rakerwil ini terkait sirkuit Sumatera, diantaranya menghidupkan kembali kompetisi rutin di Sumatera, dengan tidak hanya mengandalkan kompetisi yang menjadi agenda PP FPTI saja. Karena hal ini terkait dengan peningkatan sumberdaya manusia, tidak hanya untuk atlet panjat tebing, melainkan juga untuk peningkatan juri dan pembuat jalur yang ada di Sumatera.
    “Sementara dalam Porwil 2019, kami ingin mendorong adanya penambahan zona dan persentase kuota sebagai peserta PON dari hasil Porwil nantinya. Selain itu juga mendorong kesiapan Bengkulu sebagai tuan rumah Porwil 2019, dengan memulihkan kembali iklim olahraga dimulai dari stabilitas KONI Bengkulu, kesiapan anggaran dan kesiapan sarana dan prasarana yang ada,” ujar Yuwono.
    Selain itu juga, sambung Yuwono, forum ini juga bertujuan untuk mendorong zona Sumatera agar bisa masuk dalam perhelatan Popwil. Karena saat ini cabang olahraga panjat tebing sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk dalam eksebisi Popnas. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika cabang olahraga panjat tebing juga bisa masuk dalam Popwil.
    “Jika kita sudah masuk dalam Popwil, maka tentunya akan ada event Popda yang dilaksanakan di daerah. Dan ini peluang besar untuk melakukan pembinaan usia muda dan semakin memasyarakatkan olahraga panjat tebing di daerah-daerah yang ada di Sumatera,” ungkap Yuwono.
    Sementara Kepala Bidang Kompetisi Pengurus Pusat P FPTI Rudi Ferano menambahkan, Rakorwil ini merupakan gerbang masuk dari kesuksesan olahraga panjat tebing di Sumatera. Karena dari Rakorwil ini diharapkan bisa memberikan referensi dan rekomendasi kepada pengurus pusat, mengenai kondisi real olahraga panjat tebing yang ada di Sumatera. Ia pun berharap kegiatan ini bisa ditiru oleh Pengprov FPTI di wilayah lainnya di luar Sumatera.
    “Ini bentuk keseriusan para pelaku olahraga panjat tebing terhadap daerahnya, khususnya teman-teman pelaku panjat tebing di Sumatera. Karena kita perlu ketahui bahwa Sumatera memiliki banyak potensi olahraga panjat tebing. Dengan sering dilakukannya konsolidasi seperti ini, kita berharap ada impact terhadap kesempatan prestasi sumberdaya panjat tebing yang ada di Sumatera, baik atlet, juri maupun pembuat jalur,” singkat Rudi. (**)

LEAVE A REPLY

thirteen + thirteen =