Lagi, Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Gelombang ‘’Siluman’’

Lagi, Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Gelombang ‘’Siluman’’

112
BERBAGI

RBO, MUKOMUKO – Belum luput ingatan kita dengan peristiwa terbaliknya kapal nelayan SP 10 yang mengakibatkan tulang bahu salah satu awak kapal retak, Kemarin (24/4) nelayan Mukomuko kembali mengalami kecelakaan.

Kali ini nasib sial menimpa nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIM) Kota Mukomuko yakni Rasidin (55) beserta Dadan (20) dan 8 awak kapal lainya.

Kapolres Mukomuko, AKBP Sigit Ali Ismanto, S.IK membenarkan kejadian ini. Diungkapkannya, kecelakaan nelayan ini bermula sekitar pukul 06.00 WIB nelayan tersebut hendak melaut. Setelah setengah jam perjalanan, kurang lebih 1 mil dari darat, kapalnya dihantam gelombang ‘siluman’ atau gelombang tunggal yang datang secara tiba-tiba.

“Tinggi gelombang sekitar 2,5 meter. Tapi karena gelombang menghantam dari samping kapal, kecelakaan tidak bisa dihindari,” ujar Kapolres yang memimpin langsung evakuasi korban.

Akibat peristiwa ini, Rasidi sempat mengalami struck serta memar dibagian dada dan Dadan mengalami luka robek bagian lengan yang diduga tertusuk besi yang ada dikapal. Sedangkan satu nelayan bernama Nofal terbentur bagian pipi.

“Ketiganya yang mengalami luka-luka dan sudah dievakuasi dan sudah mendapat perawatan di RSUD Mukomuko,” katanya.

Tim evakuasi gabungan dari Kepolisian, Pos AL Mukomuko, Pos Basarnas dan dibantu nelayan lainya sekitar pukul 08.30 WIB berhasil mengevakuasi ke 7 nelayan lainnya yang sempat terombang ambing ditengah laut.

“Kerugian sendiri belum diketahui. Yang jelas selain luka-luka, bagian depan kapal juga mengalami kerusakan yang cukup serius,” terangnya.

Kapolres berharap, para nelayan se Kabupaten Mukomuko untuk lebih memperhatikan kondisi laut pada saat hendak menangkap ikan. Dengan kondisi perairan Mukomuko kerap terjadi gelombang tinggi, jika tidak memungkin untuk masuk kelaut, sebaiknya nelayan menunda ketengah.

Diketahui, pada saat kejadian, para nelayan tersebut tidak mengenakan alat keselamatan seperti pelampung dll.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Arif Isnawan, S.Pt mengungkapkan, selama ini bantuan alat keamanan jenis pelampung memang masih sangat minim.

Untuk itu, sebutnya, ia akan mengupayakan di APBD Perubahan, pihaknya akan mengusulkan bantuan pelampung bagi nelayan Mukomuko.

“Selama ini memang bantuan pelampung itu masih sangat sedikit. Kedepanya akan kita ajukan di APBDP,” katanya saat dikonfirmasi dilapangan.

Terkait dengan kejadian ini, ia berharap bagi korban bisa memanfaatkan asuransi jiwa yang sudah diberikan.

“Nanti mereka, nelayan yang mengalami luka-luka, jika mau klaim asuransi,DKP akan membantu pengurusannya,” demikian Arif. (sam)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY