Kapolres: Tidak Ada Laporan Kegiatan Arung Jeram

Kapolres: Tidak Ada Laporan Kegiatan Arung Jeram

153
BERBAGI

Dosen Unib Meninggal

RBO, KEPAHIANG – Kapolres Kepahiang Ady Savart PS, SH, SIK, menegaskan tidak ada laporan atau pemberitahuan dari korban dan rekan-rekannya kepada pihak kepolisian terkait akan diadakannya kegiatan Arung jeram di aliran Sungai Musi Kepahiang, pada Sabtu (22/04) lalu.

“Karena korban tidak melapor,sejak tiba di lokasi hingga kejadian perahu terbalik, namun anggota ikut membantu mengevakuasi jasad korban yang sempat dibawa ke RSUD Kepahiang, untuk kemudian dibawa ke Kotamadya Bengkulu menuju rumah duka,”ujar Kapolres, kemarin (23/04).

Data terhimpun Dosen Universitas Bengkulu Esti Ambarwati Sari S S M Pd (44) warga Kotamadya Bengkulu tewas tenggelam setelah hanyut di aliran Sungai Musi Kepahiang. Hasil visum dilakukan tim medis korban mengalami luka ditangan kanan, luka lebam dibagian muda yang diduga terkena batu-batuan.

Sebelumnya korban berserta rekan-rekannya yang berstatus mahasiswa Novaldi (22), Roni Hendra (22), Sella Ramadanu (21),Jovi Handi Jaya (22), Citra Ulandari (21), Yhenti (21) semuanya warga Kota Bengkulu datang ke Kabupaten Kepahiang untuk mengelar arung jeram,Sabtu (22/4) sekitar pukul 15.30 wib. Korban bersama 6 mahasiswa/i UNIB turun ke sungai Musi menggunakan perahu Arum Jeram yang berada di dekat Kantor Camat Tebat Karai, selang sekitar setengah jam melintasi sungai Musi, bertempat didaerah asam kumbang Desa Kota Agung kecamatan Bermani Ilir, perahu yang ditumpangi diduga terbentur dinding sungai, akibatnya perahu oleng dan terbalik. Naas saat perahu terbalik, korban bersama 6 orang lainnya terjatuh dan lanjut kedalam sungai,namun arus sungai Musi yang deras mengakibatkan korban (Esti,red) hanyut terbawa arus. Sedangkan 6 orang lainnya berhasil selamat.

Jasad korban baru ditemukan pada Minggu (23/4) kemarin sekitar pukul 10.30 wib setelah tim SAR mencari dan menyisir arus sungai,jasad korban ditemukan di kecamatan Bermani Ilir Desa Gunung Agung. Kemudian Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kepahiang untuk divisum.

“Iya dari informasi ada 7 orang korban yang turun menggunakan perahu Arum jeram, 1 orang meninggal dunia,”ungkap Kapolres Kepahiang Minggu kemarin. (izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY