Ini Sakiti Rakyat, Perda Samisake Belum Disahkan

Ini Sakiti Rakyat, Perda Samisake Belum Disahkan

286
BERBAGI
samisake

RBO, BENGKULU – Program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) yang diluncurkan Walikota Bengkulu sejak 4 tahun yang lalu, beberapa hari yang lalu anggota dewan kembali menolak pengesahan Perda itu. Ditanggapi  Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan SE, anggota Dewan yang belum mengesahkan Perda itu berarti anggota Dewan sudah menyakiti hati rakyat.

“Bisa kita lihat, rakyat membutuhkan itu. Dari Rp 13,5 Miliar hingga sekarang putarannya sudah mencapai Rp 40 miliar lebih. Dari sisi itu kita dapat melihat dengan mata kepala kita, bahwa program Samisake itu sangat dibutuhkan oleh rakyat,” terang Helmi kemarin,(8/5).

Dikatakannya, bukankah semua fasilitas ini dari rakyat? Ketika rakyat ingin meminjam uangnya sendiri, kenapa begitu sulit proses yang harus dilalui.

“Rakyat kita tidak pernah mempersulit ketika kita membeli mobil dinas, baju dinas, dan lain sebagainya. Nah, sekarang rakyat ingin menikmati uangnya sedikit dengan cara meminjam kenapa begitu sulit,” jelasnya.

Dengan tidak disahkannya Perda Samisake itu, dijelaskan Helmi lebih lanjut, pengesahan Perda ini tidak ada kaitan dengan Perwal. Jika Dewan enggan mengesahkan Perda tersebut, silakan saja. Karena DPR mempunyai kewenangan untuk pengesahan Perda.

“Kita doakan saja semoga Perda Samisake ini cepat disahkan. Apapun keputusan di DPRD kita selalu menghargai itu. Kalau tidak, hari ini mungkin besok, kita tetap menunggu. Kita sudah menunggu 4 tahun lebih. Waktu 4 tahun  itu tidak sebentar. Jadi, tidak masalah bagi kita jika kita menunggu 2 atau 3 bulan lagi,” bebernya.

Seharusnya rakyat sudah bisa menikmati putaran dana itu dan dengan adanya putaran dana itu maka  otomatis pengangguran juga akan berkurang.

“Jika rakyat menikmati itu, maka kemiskinan akan berkurang. Lahan-lahan yang semak belukar menjadi lahan yang produktif. Kita harap belum disahkannya Perda ini ada hikmah yang lebih baik untuk rakyat kita nantinya,” pungkasnya.

Belum disahkannya dan direvisikannya Perda Samisake ini, biarkan rakyat membuka matanya. Dirinya meyakini rakyat melihat dengan mata kepalannya siapa yang memperjuangkan dan siapa yang tidak memperjuangkan hak rakyat.

“Sekarang silakan rakyat menilai. Siapa yang sesungguhnya memperjuangkan dan membela rakyat, rakyat sudah cerdas dan sudah pintar,”tuturnya. (Ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × 1 =