Nyaris Ricuh, Warung Tuak Alfred Ditutup

Nyaris Ricuh, Warung Tuak Alfred Ditutup

BERBAGI
Dedi/RBO: Ratusan Warga Turun Rumah tutup Warung Tuak Milik Alfred Sagala, Malam Kemarin.
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Ratusan warga RT 12 RW 02 Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu Rabu malam kemarin, (10/5) sekira pukul 20.00 WIB turun menutupi warung tuak milik Alfred Sagala alias Ucok di jalan Raden Patah tepatnya di simpang tiga Hibrida Ujung. Aksi itu dikomandoi Ketua RT 12 Muktarimin.

Penertiban itupun nyaris ricuh untung pihak Polsek Selebar dan Satpol PP Kota Bengkulu berhasil memendam amarah warga setempat.

Ketua RT 12 Kelurahan Pagar Dewa Muktarimin mengatakan, sebelumnya warga juga sudah memberi peringatan dan teguran dengan pemilik warung itu untuk tidak berjualan lagi. Warga setempat memberi tenggang waktu satu bulan. Lantas teguran warga diabaikan oleh pemilik warung. Dia (Pemilik warung red) tampaknya beroperasi seperti biasa dan tidak menanggapi teguran warga setempat sudah merasa terganggu. Pelanggan yang sering minum tuak di warung tersebutpun membuang air kecil sembarangan dan suka mengejar warga setempat akibat efek dari tuak itu. Warga setempat memang sudah resah terhadap warung tuak tersebut.

“Pada 08 April 2017 lalu kita sudah menegur pemilik warung tuak itu, dan kita kasih waktu dengan dia (Ucok red) sebelum tanggal 8 Mei 2017 warung tuaknya harus ditutup. Tetapi kenyataannya sampai warga turun lagi warung tuak tersebut masih beroperasi. Malam hari kemarin bukan lagi satu RT yang turun, melainkan satu RW dengan jumlah empat RT.

Jika pemilik warung tuak tersebut tidak mau mengikuti keinginan warga, maka warga akan bertindak. Janjinya (Pemilik Warung tuak red) bersedia untuk tidak beroperasi lagi mulai dari malam itu hingga seterusnya. Pemilik warung tuak juga sudah membuat surat pernyataan,” beber Muktarimin.

Pemilik warung tuak Alfred Sagala alias ucok menuturkan, dirinya sudah beroperasi menjual tuak ini sejak 4 tahun terakhir. Namun jika warga berkehendak dan warga setempat ini merasa terganggu dengan aktivitas warungnya, dirinya berjanji dan tidak akan beroperasi lagi mulai dari malam ini hingga seterusnya.

“Ya tadi saya sudah membuat pernyataan dan juga ada saksi dari pihak kepolisian. Bahwa saya tidak akan membuka warung ini untuk menjual minuman tuak lagi. Nanti akan saya ganti dengan usaha lain,” pungkas Ucok.

Kasatpol PP Kota Bengkulu Mitrul Ajmi S.Sos juga hadir di tengah-tengah aksi warga itu mengatakan, dirinya dari Satpol PP Kota Bengkulu mengapresiasi kegiatan warga setempat. Sesuai dengan 8 tekad Pak Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan dan juga sebentar lagi memasuki Ramadan. Jika warung tuak ini beroperasi tanpa mengantongi izin dan mengganggu kenyamanan warga setempat wajar dan harus ditutup.

“Kita harap penutupan warung tuak ini tidak hanya di Kelurahan Pagar Dewa ini saja, kita harap di seluruh kecamatan Kota Bemgkulu ini melakukan hal yang sama dan ikut mensinergikan program 8 tekad pak Wali Kota. Kita dari Satpol PP Kota akan melakukan operasi lebih giat lagi menjelang Ramadan ini,” jelas Mitrul. (Ide)