Hari Ini, Menkes RI Dialog Kondisi Kesehatan Bengkulu

Hari Ini, Menkes RI Dialog Kondisi Kesehatan Bengkulu

204
BERBAGI
H. Herwan Antoni, M.Kes, M.Si

RBO, BENGKULU – Pemerintah daerah Provinsi Bengkulu terus kerja keras mengatasi masalah kesehatan. Hasilnya, kurun waktu dua tahun terakhir bila dilihat dari indikator kesehatan utama kondisi kesehatan di Bengkulu cukup baik. Dan diproyeksikan tingkat sehat orang Bengkulu semakin baik dengan gencarnya pelaksanaan Program Germas (Gerkan MAsyarakat Hidup Sehat) dengan pendekatan keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu H. Herwan Antoni, M.Kes, M.Si melalui Kasi Perencanaan Evaluasi Dan Pelaporan Dinkes Provinsi Bengkulu, Adny Bendru menerangkan bahwa dilihat dari indikator kesehatan utama provinsi Bengkulu cukup baik namun masih ada sedikit catatan. Indikator pertama adalah dilihat dari Angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Bengkulu sudah turun dan di bawah nasional. Kemudian dari prevalensi gizi buruk kita juga dibawah nasional dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular masih bisa dikendalikan.

Sementara itu, Kasi  Pencegahan dan Pengendalian penyakit menular, Ahmad Yuliansah, SKM, MKM menyatakan bahwa provinsi Bengkulu pada 2020 akan bebas Malaria. Sekarang sudah tiga kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah eliminasi Malaria, yakni Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang. Dan tahun ini Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu akan menerima sertivikat dan ditetapkan sebagai daerah elminasi Malaria. Untuk kabupaten lain masih dalam tahap proses dan diproyeksikan 2020 semua daerah di Bengkulu bebas Malaria. Suatu daerah yang ditetapkan daerah eliminasi Malaria yakni kurang dari 1 per 1.000 kasus Malaria di suatu daerah.

“Dengan pengendalian vektor kita punya kelambu, daerah endemis tinggi kita distribusikan kelambu.  Kemudian tenaga di Puskesmas  telah kita latih untuk melakukan pemeriksaaan Malaria, dan tenaga Puskesmas pengelola program tata lakasna kasus penderita malaria juga kita siapkan,” terangnya,

Ahmad melanjutkan, pada 2017 ini telah 22.700 pcs kelambu telah dibagikan untuk tujuh kabupaten kota dan diutamakan untuk bayi, balita dan ibu hamil pada daerah endemis Malaria. Turunnya angka kasus Malaria di Bengkulu merupakan komitmen bersama setiap kepala daerah.

Tak hanya penyakit Malaria saja, namun untuk penyakit Demam Berdarah juga menurun.

Disisi lain, hari ini (13/5) akan dilaksanakan Rakerkesda yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI. Pada Rakerkesda ini mengangkat tema sinergitas pembangunan kesehatan pusat provinsi dan  kabupaten  kota melalui Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga , Germas dan program prioritas Bengkulu.  Rakerkesda diawali dengan Rakerkesnas dan dilanjutkan ke daerah. Rakerkesda ini mensinergikan pembangunan kesehatan tingkat pusat hingga sampai kabupaten atau puskesmas. Kemudian penguatan paradigma sehat dengan Germas dan pendekatan keluarga.

Kasi Promkes, Pahlanasion, M.Kes menerangkan  bahwa Germas adalah upaya mewujudkan agar masyarakat sehat, dapat menjaga pola hidup sehat bersih dan sehat, makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik dan cek kesehatan secara berkala. Bila Germas ini dilakukan dengan baik maka dapat  meminimalisir penyakit di masyarakat.  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sudah muali dilaksanakan pertama dan diikuti ribuan orang di Kabupaten Rejang Lebong dan akan digelar di Kabupaten Bengkulu Utara, Kaur dan Kota Bengkulu. (ae2)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

8 − one =