Mulai Berkerja, Ini Program Kapolda

Mulai Berkerja, Ini Program Kapolda

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung, SH. M.Hum
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung, SH. M.Hum
BERBAGI:

Intsruksikan Bentuk Timsus Street Crime, Hingga Berantas Narkoba

RBO, BENGKULU – Brigjen Pol Drs Coki Manurung, SH, M.Hum yang baru menjabat Kapolda Bengkulu menegaskan melanjutkan kerja yang sudah dilakukan sebelumnya. Dirinya melihat banyaknya kejadian tindakan kriminal dikarenakan faktor lainnya. Menurutnya faktor Ekonomi merupakan pendorong bagi para pelaku dalam melakukan tindakan kejahatan.

Walaupun sudah mulai berkerja, namun Kapolda berdarah Sumatera Utara itu mengaku akan bertindak tegas dalam melakukan pengamanan koordinasi setiap daerah di Provinsi Bengkulu.

“Paling esensial adalah faktor Ekonomi. Tapi kita sudah berupaya yakni pencegahan, dengan menurunkan personel kita ke jalan. Selain itu pos keamanan pun harus diaktifkan kembali tentunya,” tegasnya kemarin saat berkunjung di ruang kerjanya Jumat (12/05).

Maraknya kejahatan  seperti pencurian dengan tindakan kekerasan di jalanan, Coki menambahkan akan membentuk timsus yang akan diinstruksikan oleh jajarannya. Anggota timsus terdiri dari seluruh jajaran Polda dan Polres Bengkulu, dengan nama Timsus Street Crime. Dengan bentuk tim ini, pihaknya berharap agar berkurangnya tindakan kejahatan yang terjadi.

“Selain itu kita akan mempersiapkan operasi street crime (kejahatan jalanan.red) di lapangan. Saya sudah meminta kepada seluruh jajaran Kapolres untuk membentuk tim itu,” tambahnya.

Selain itu, tindakan asusila yang terjadi oleh anak kandung pun ikut dibahas oleh mantan Karowabprof Div Propam Mabes Polri itu. Menurutnya, tindakan asusila juga menjadi penanganan prioritas. Pasalnya hal demikian dapat menjadi pembincangan nasional. Diketahui juga terkait pembunuhan oleh anggota Polisi Bengkulu terhadap anak kandung.

“Kalau memang itu laporan cepat masuk, maka kita bisa cepat selesaikan. Namun jika kaitan dengan keluarga itu tidak sulit, kita cepat tangani. Kasus ini kita anggap prioritas dikarenakan dapat menjadi pembahasan nasional,” tambahnya.

Tak hanya itu, peredaran narkoba yang masih marak pun menjadi pembahasan serius. Menurutnya narkoba menjadi kejahatan anak bangsa.

“Dahulu saya pernah menangani narkoba yang berada di lapas. Tahun 2007 saya pernah menjadi Dirresnarkoba di Polda Jatim, saat itu disana saya temuan beberapa shabu di dalam pintu kamar mandi yang berada di lapas. Maka saya nilai, narkoba merupakan kejahatan yang berdampak bagi anak bangsa,” tutupnya. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

sixteen − 10 =