Wagub: Pakta Integritas Itu Wajib Dijalankan

Wagub: Pakta Integritas Itu Wajib Dijalankan

Iwan/RBO: Aksi mahasiswa yang tergabung dalam AMPB di DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat (12/5).
BERBAGI:

Ratusan Mahasiswa Tuntut Pakta Integritas Duo RM

RBI, BENGKULU – Menurut Wakil Gubernur Bengkulu, Dr Drh H. Rohidin Mersyah MMA, pakta integritas yang telah mereka deklarasikan serta diteken dihadapan KPK di awal pemerintahan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, pakta integritas tersebut harus ditegakkan. “Komitmen kita, pakta integritas ini harus dan wajib dilaksanakan,” tegas Rohidin Mersyah saat dihubungi sedang berada di Jakarta, Jumat (12/5).

Dijelaskan oleh Wagub, adanya kesalahan saat pelantikan pejabat eselon, dimana ada beberapa pejabat yang disinyalir mempunyai jejak rekam kasus korupsi dimasa lalunya, Rohidin menjelaskan hal itu akibat kurang teliti. “Tidak. Itu bukan kecolongan, tapi tidak teliti. Semestinya pendataan itu harus teliti, sehingga tidak terjadi hal yang demikian. Untuk itu, kedepan, kita tentu lakukan evaluasi dan kami akan memperketat lagi validasi data tersebut. Kemudian validasi data tersebut kini kan berbasis IT, berbasis Web, sehingga jangan lagi kejadian seperti itu terulang kembali,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa Bengkulu yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bengkulu (AMPB) dimana itu gabungan dari BEM serta OKP se Bengkulu, menggelar aksi di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dan menuntut pemerintahan Duo RM terkait pakta integritas, dimana ada pejabat mantan napi kasus korupsi yang ikut dilantik menjadi pejabat di Pemda Provinsi Bengkulu. “Pakta integritas ini dulunya digembar gemborkan dan diteken di depan KPK, tapi nyatanya ada pejabat mantan napi kasus korupsi yang dilantik. Untuk itu kami minta diklarifikasi dan Duo RM komitmen jalankan pakta integritas,” ungkap Korlap aksi Dersa Subarta dari KAMMI Bengkulu.

Adapun dari mahasiswa lainnya, Jon Saputra  menambahkan, apa yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu telah menyalahi aturan serta melanggar UU tahun 2014 tentang ASN. Adapun dari pantauan jurnalis dilokasi aksi gedung sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, massa awalnya ingin bertemu dengan anggota dewan Provinsi Bengkulu. Tapi  ternyata hari itu tidak satupun anggota dewan ada dikantor. Dan dari penjelasan Sekwan H. Syofwin Syaiful SH, memang saat itu 45 anggota dewan Provinsi Bengkulu sedang Bimtek. “Jadi saat ini seluruh anggota dewan sedang Bimtek. Dan kami akan sampaikan bahwa hari Senin akan dilakukan pertemuan dengan mahasiswa,” kata Sekwan.

Saat bertemu Sekwan, para mahasiswa merasa kecewa karena tidak berhasil menemui satupun wakil mereka disana. Dan dari dokumentasi bukti bahwa dewan sedang Bimtek, mahasiswa pun kecewa karena data yang diberikan oleh sekretariat dewan hanya berupa absen. “Kalau data seperti ini, anak SMP saja bisa membuatnya. Kenapa kok tidak ada cap dan nomor surat keluarnya kalau dewan sedang Bimtek. Tapi tidak apa. Yang jelas, secepatnya kami minta segera difasilitasi ketemu dengan dewan. Kalau bisa langsung dengan ketuanya. Hari Senin kami datang kembali,” tambahnya. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen + 11 =