SK Guru Agama Desa Belum Jelas

SK Guru Agama Desa Belum Jelas

BERBAGI:

RBO, CURUP – Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu akhirnya resmi mengangkat Guru Agama Desa sebanyak 51 orang dan akan ditempat dimasing-masing di wilayah Lembak. Hanya saja masa kerja para guru agama desa mulai berlaku sejak 10 April lalu. Namun batas waktu SK hingga kini pihak Kesra belum bisa memberikan kepastian akhir masa kontrak para guru agama Desa.

“Yang jelas setiap 3 bulan sekali akan kita lakukan evaluasi. Kalau dalam penilaian nanti ternyata guru agama desa yang kita angkat ini tidak menjalankan tugasnya dengan baik maka akan kita berhentikan,” ungkap Kepala Bagian Kesra Pemda Rejang Lebong, Selasa pagi (16/05), usai menghadiri acara serah terima SK Bupati diruang Pola Bapeda.

Terkait pernyataan Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi yang mengaku guru agama desa sudah langsung mendapatkan honor sesuai SK pengangkatan? Jamaan Nur, mengaku belum mau terlalu menjawab hal tersebut dan masih akan berkonsultasikan lagi dengan Bupati. Meski petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis sudah ada namun dia lagi-lagi tidak bisa menjawab secara jelas apakah terhitung Apil ini sudah bisa menerima honor atau tidak.

“Belum tahu dan itu yang baru akan kami bicarakan dengan pak Bupati. Memang tadi (kemarin) pak Bupati menyampaikan soal honor kepada peserta tapi itu belum jelas. Yang jelas untuk anggaran pembayaran honor mereka sudah kita siapkan dan tinggal lagi pelaksanaan. Pokoknya terkait hal lain-lain fasilitas yang akan didapat tadi pak Bupati sudah melakukan rapat kecil dengan pak Camat dan Kepala Desa. Untuks saat ini kami bisa memfasilitasi honor mereka setiap bulan Rp 900 ribu,” jelasnya.

Secara teknis pencairan honor yang akan dibayarkan nanti, ia mengaku para guru agama desa ini akan mengambil honornya di Pemda Rejang Lebong setiap Bulan. Sementara itu bagi para guru agama desa wanita yang tidak mendapatkan SK dari Bupati tidak perlu berkecil hati. Karena pihak Pemda akan melakukan pendataan sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru agama di desa-desa.”Tetap akan kita berdayakan karena itu sudah menjadi komitmen pak Bupati,” jelasnya.

Sementara itu mengenai kuota Desa yang belum memiliki guru agama desa, Jamaan Nur mengaku berencana akan melakukan rekrutmen kembali tenaga guru agama desa yang akan diambil dari luar Daerah Rejang Lebong. Karena berdasarkan pengalaman seleksi yang dilakukan sebanyak 2 kali, kuota guru agama desa yang lak-laki tidak pernah terpenuhi sehingga diatasi dengan memberdayakan pelamar dari luar Rejang Lebong. (**)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen − ten =