Tipu Proyek Catering Dana Kemendes, Dituntut 4 Tahun Penjara

Tipu Proyek Catering Dana Kemendes, Dituntut 4 Tahun Penjara

BERBAGI:

Gaji Istri Kerap Diambil, Punya 6 Mobil Mewah

RBO, BENGKULU – Masih ingat dengan penipuan hingga kerugian korban Rp 2,7 miliar, dengan korban PNS di Samsat pada Januari lalu? Pelaku yang ditangkap oleh jajaran Polres Bengkulu ini disidang dengan agenda pembacaan tuntutan, Selasa sore (16/05) kemarin. Terdakwa bernama Riki Rismadani (33) warga Perumahan Al Kautsar 2 Blok C Nomor 3 Rt 24 Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Dirinya duduk di kursi pesaktian, akibat menipu 4 korban hingga merugikan dengan total Rp 2,7 miliar.

Jaksa Penuntut Ayu Azizi, SH menuntut terdakwa selama 4 tahun penjara. Dirinya dikenakan pasal 378 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Ditahannya terdakwa akibat telah melakukan penipuan terhadap 4 sekaligus korbannya. Peristiwa terjadi pada akhir tahun 2015 lalu hingga awal tahun 2017 ini. Terdakwa telah mengambil keuntungan dengan korban bernama Dewi Fornomi sebesar Rp 1 miliar 12 juta. Untuk Vera Novita terdakwa mengambil keuntungan sebesar Rp 14 miliar.

Selanjutnya Dasyuni, dirinya berhasil menipu dengan mengambil untung sebesar Rp 400 juta dengan perihal terdakwa mengakui jika dirinya sebagai pimpinan PT Inersa Karya. Dalam modusnya, terdakwa menipu dengan proyek fiktif. Ketika itu dirinya menawarkan proyek dana desa dari Kementerian Desa, namun proyek itu fiktif.

Selain itu, dengan para korban mengaku dapat proyek kegiatan catering di Hotel Santika. Namun uang yang sudah diberikan, ternyata tidak dijalankan oleh terdakwa. Uang yang diberikan pun itu berasal dari kesepakatan korban Dewi dan Vera, terdakwa yang menjanjikan agar mendapatkan keuntungan Rp 8 persen. Dengan menanam modal bersama perusahan yang dipimpinnya itu. Menariknya, istri terdakwa yang merupakan PNS tak pernah dinafkahi olehnya. Namun lucunya, terdakwa memiliki 6 mobil mewah. Dua diantaranya mobil Alpard.

“Kamu punya 6 mobil mewah, tapi masih minta gaji dengan istri. Kerja apa kamu?” tanya Diris Sinambela, SH Anggota Majelis Hakim dalam persidangan. Hebatnya lagi, 15 buku tabungan dimiliki terdakwa selama dua tahun menipu para korban. Saat sebelum ditangkap dirinya mengaku jika sudah mengembalikan uang dengan sebesar Rp 100 juta.

“Saya sudah kembalikan uang sebesar Rp 100 juta, sebelum ditangkap,” jelas terdakwa.

Diketahui sebelumnya terdakwa merupakan pelaksana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri) pada tahun 2014. Dengan demikian, proyek yang fiktif tersebut dalam rencana yang sudah pernah dikerjakan olehnnya. Seolah olah kegiatan yang diterima dari Kementerian itu bertambah, namun kenyataan tidak demikian.

Tak hanya itu, terdakwa pun kerap meminjam uang pada renternir. Dirinya mengaku jika uang yang dihabiskan selama 2 tahun hasil penipuan itu. Habis membayar uang hutang miliknya. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

11 + 5 =