BBM Dijual ke Seluma, Hakim Tanya Penadahnya

BBM Dijual ke Seluma, Hakim Tanya Penadahnya

Ronal/RBO: Dua Oknum Polisi dan Sopir Pemerasan BBM.
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Persidangan pemeriksaan saksi korban, diagendakan dalam perkara pemerasan Bahan Bakar Minyak. Dimana terdakwanya yakni Bripka Fradiansyah (32) warga Jalan Perintis Rt 01 Rw 01 Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu dan Umar (32) warga Perumahan Citra Arka Kapuas Rt 20 Rw 02 No 11 Kelurahan Padang Harapan Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Selain dua anggota polisi yang bertugas di Kabupaten Seluma, pihaknya juga menangkap satu sopir berinisial Ikram (35) warga Kelurahan Masmambang Kecamatan Talo Rt 02 Rw 01 Kabupaten Seluma. Dalam persidangan, dihadiri oleh Ketua Hakim Suparman, SH dengan dua anggotanya Boy Syailendra, SH dan Immanuel, SH.

Fakta menarik dalam persidangan, dimana ketiganya mendapatkan inspirasi memeras ketika melihat berita di salah satu stasiun telivisi swasta nasional. Dalam berita ini, kedua polisi tersebut menyaksikan jika ada anggota polisi mengamankan beberapa bahan bakar minyak dengan pembelian tidak sesuai Standar Operasional. Melihat pemberitaan itu, dimanfaatkan oleh ketiga terdakwa. Hingga terdakwa Bripka Fradiansyah, memberikan ide pertama kali agar mengajak rekannya Umar.

Peristiwa ini sudah terjadi selama empat kali. Pertama terjadi pada awal bulan Februari lalu. Ikram sebagai sopir mengakui berkenalan dengan kedua oknum polisi itu, karena keduanya kerap naik mobilnya.

“Kenal, karena sering naik mobil saya. Bahkan, juga kerap merental mobil saya,” ujarnya.

Kedua oknum polisi itu, bertugas dibagian Reskrim Polres Seluma. Ikram sebagai pengintai korban, kedua polisi itu sudah berjaga untuk menangkap korban yang sudah membeli BBM melebih kapasitas. Selama ini sudah terdapat 10 jiriken BBM, yang sudah dijual. Dari pengakuan Fradiansyah, dirinya pernah menjual ke penadah bernama Darus warga Kecamatan Talo Kabupaten Seluma sebanyak 6 jeriken seharga Rp 765 ribu. Sedangkan penadah lainnya, yakni Rock warga yang sama sebanyak 4 jeriken seharga Rp 405 ribu. “Seharusnya penadah juga kena, itu pasal 480 KUHP. Jaksa seharusnya dapat meneliti berkas,” ungkapnya kemarin Rabu (17/05).

Tak hanya itu, kedua oknum polisi itu pun mengakui jika telah melanggar SOP dalam penugasan.

Sekadar mengingat, terbongkarnya praktik pemerasan itu, ketika dilaporkan oleh korbannya Juraidi (58) warga Desa Taba Jambu Kelurahan Pondok Kubang Bengkulu Tengah dengan LP- B/120/II/2017 awal bulan Februari 2017 lalu. Dimana korban sedang membawa BBM berjenis solar, saat melintasi kawasan Danau Dendam diberhenti oleh para pelaku. Ik bertugas memantau korban yang sedang membeli minyak itu dan membawa mobil bersama kedua anggota polisi, Ketika itu korban membawa 5 jeriken bahan bakar minyak jenis solar. BBM tersebut didapatkannya dari SPBU kawasan Tebeng. Hingga ketika di perjalanan, ikram bersama kedua polisi memberhentikan korban.

Di sanalah muncul pemerasan, antara korban dan para pelaku. Hingga memiliki kesepakatan, agar korban memberikan uang sebesar 1 juta rupiah. Jika hal tersebut tidak dikabulkan, maka kedua oknum polisi akan melaporkan perihal tersebut ke Polda Bengkulu. Menariknya, agar korban percaya kedua oknum polisi itu membawa korban ke Mapolda Bengkulu. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five × 3 =