DPD RI Ajak Semua Elemen Ngobrol Sistem Ketatanegaraan

DPD RI Ajak Semua Elemen Ngobrol Sistem Ketatanegaraan

BERBAGI
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Anggota DPD RI H. Ahmad Kenedi Rabu (17/5) mengajak semua elemen forum Kota Bengkulu mengobrol bareng masalah urgensi sistem ketatanegaraan Indonesia melalui perubahan UU NRI tahun 1954. Tampak hadir pakar politik kebangsaan yang hadir yaitu, Yudi Latif MA. PH.d senator DPD RI , Bang Ken , perwakilan PWI Bengkulu dan dari Unib DR.Amancik SH .M.Kum, dari prov Bengkulu staf ahli ,Hamka Sabri, dan Wakil Walikota Bengkulu, Ir. Patriana Sosia Linda.

Hadir sebagai narasumber, Yudi menekankan pentingnya nilai keindonesiaan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Diskusi yang diprakarsai anggota DPD RI, Ahmad Kanedi tersebut digelar ditempat bersejarah. Yakni, rumah pengasingan Bung Karno di Anggut Atas, Kota Bengkulu.

“Bangsa yang baik harus mengambil unsur-unsur terbaik dari Indonesia. Kita bangsa yang majemuk dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa,” kata Yudi saat diskusi.

Keindonesia yang majemuk itu, sambung Yudi, harus dikuatkan dengan sebuah pandangan dan cita-cita luhur yang disepakati secara bersama. Sistem tata negara harus mengedepankan semangat gotong royong dan kekeluargaan.

“Keragaman Indonesia tidak bisa dipersatukan sebelum kita menyamakan tujuan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu, Patriana Sosialinda, menyambut baik diskusi kebangsaan dalam rangka membuka wawasan konstitusi dan mengenalkan jati diri bangsa yang sejati.

Pelaksana kegiatan, Ahmad Kanedi mengatakan, tujuan diskusi adalah untuk menampung aspirasi ketatanegaraan dari masyarakat untuk memperkuat NKRI. Pandangan, saran dan masukkan dari masyarakat itu kelak akan dijadikan sebagai rujukan dalam membangun sistem demokrasi yang sehat di Indonesia.

“Ini merupakan tugas dari DPD RI untuk memaksimal nilai demokrasi demi kemajuan bangsa yang kita cintai ini. Apalagi Bengkulu merupakan kota perjalanan budaya yang banyak menyimpan sejarah bangsa,” ucapnya.

Turut hadir dalam diskusi kebangsaan tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Zacky Antoni dan Dosen Hukum Tata Negara Universitas Bengkulu, Amancik. Keduanya hadir sebagai narasumber bersama Yudi Latif. (ae3/rsm)