Bupati Berharap Bangunan Fasum Harus Ramah Gempa

Bupati Berharap Bangunan Fasum Harus Ramah Gempa

BERBAGI:

RBO, MUKOMUKO – Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH mengatakan, sebagian wilayah Kabupaten Mukomuko termasuk wilayah yang terancam bencana gempa dan tsunami. Oleh sebab itu, ia berharap gedung-gedung fasilitas umum (fasum) dibangun dengan design yang ramah gempa.

“Saya dapat info dari orang BMKG, sebenarnya gempanya itu tidak bahaya. Tapi dampak dari gempa itu yang bisa mengancam nyawa kita. Misalkan dampaknya gedung yang runtuh. Saya berharap gedung-gedung fasilitas umum di Kabupaten Mukomuko merupakan bangunan ramah gempa atau aman dari goncangan gempa,” sampai Huda saat membuka upaca pembukaan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami, Kamis (18/5) dihalaman Kantor Bupati.

Berkaitan dengan kegiatan simulasi bencana gempa dan tsunami ini, Bupati mengimbau koordinasi antar instansi tidak putus sampai disini. Berkaitan dengan bencana ini, instasi-instansi terkait, baik instansi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko ataupun instansi vertikal untuk dapat tetap menjaga koordinasi.

“Koordinasi atau latihan semacam ini penting dan harus berulang untuk membiasakan diri berani bersikap dalam mengambil keputusan. Dalam hal ini menyangkut bencana. Semua pihak yang terkait harus cepat bergerak sesuai wewenang,” ujar Huda.

Selain itu, ia berharap, simulasi-simulasi cara menghadapi bencana ini dapat juga diterapkan di sekolah-sekolah. Menurt Bupati, murid-murid atau siswa-siswi penting diberikan bimbingan tata cara menghadapi kondisi bencana gempa.

“Mungkin nanti pihak sekolah bisa bekerja sama dengan instansi terkait, cari waktu yang tepat lakukan simulasi di sekolah,” pinta Huda.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE menjelaskan, lokasi simulasi gempa bumi dan tsunami ini difokuskan dilapangan Kantor Bupati.

Seperti yang ia sampaikan sebelumnya, simulasi ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang mana BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Satpol-PP dan Damkar serta Dinas PUPR yang terlibat langsung ketika terjadi bencana.

Selain itu, simulasi ini juga melibatkan instansi vertikal, mulai dari TNI, Polri, Basarnas sampai organisasi potensi seperti PMI, Banser dan Pramuka serta masyarakat umum. Kemudian kegiatan ini langsung dipantau BPBD Prov Bengkulu.

“Kita kondisikan seolah-olah betul-betul terjadi gempa yang disertai tsunami. Seperti yang kawan-kawan ketahui, ceritanya Mukomuko diguncang gempa 7,8 SR kemudian disusul tsunami. Nah masing-masing instansi langsung mengambil peran, termasuk Bupati seperti dalam simulasi, Bupati meminta kepada Kapolres untuk memimpin langsung penanganan pasca bencana. Semua dikoordinir satu komando dan punya peran masing-masing, termasuk media,” papar Ramdani.

Kegiatan yang melibatkan sekitar 300 peserta ini berlangsung sekitar 2 jam dan langsung ditutup oleh Bupati. Dalam sambutannya pada saat upaca upacara penutupan, Huda cukup mengapresiasi kegiatan ini.

“Saya katakan simulasihari ini cukup berhasil. Saya mau semua pihak menjaga kekompakan seperti yang dilakukan dalam simulasi dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua,” tutup Huda. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

three × one =