Polres Masih Teliti Kasus Dinkes Kota

Polres Masih Teliti Kasus Dinkes Kota

BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta, S.ik mengaku hingga kini masih meneliti laporan perkara di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Dimana diketahui, adanya dugaan  pemotongan dana operasional pada anggaran tahun 2016 lalu yang dilaporkan oleh LSM Lekra (Lentera Kedaulatan Rakyat) terhitung Februari 2017 lalu, ke Polres Bengkulu. “Masih dalam proses. Masih diteliti,” terangnya.

Menurutnya, laporan itu belum mengarah dalam suatu perkara, namun masih dalam pemeriksaan. Pasalnya, penyidik saat ini masih melakukan meneliti beberapa dokumen hingga dari hasil pemeriksaan saksi lainnya.

“Kasus nya masih jalan, dan terus dilidik. Jika lidiknya masih lama, berarti masih dalam proses pemenuhan. Apa yang dibutuhkan, jika sudah tuntas maka pasti saya sampaikan,” singkatnya, kemarin Jumat (19/05) di Mapolres Bengkulu.

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) LKKP Dinkes Kota Bengkulu tahun 2016 lalu, ada alokasi dana dalam APBD Perubahan sebesar Rp 2,388 milyar lebih, untuk dana operasional 20 Puskesmas dan 54 Pustu se Kota Bengkulu. Pemotongan diduga dilakukan dengan nilai 10 persen untuk setiap Puskesmas dan Rp 550 ribu dikali 3 bulan per-Pustu, serta ditambah dengan pemotongan dan jasa pelayanan.

Sehingga terkumpul uang yang diduga untuk setoran sebesar Rp 160 juta, namun tetap kurang dari nilai setoran Rp 34 jutaan. Untuk mencukupi DS (Dana Sosialisasi) berinisiatif mengambil dana di pos lain (Fogging, PSPS dan PTT Dokter) yang juga disarankan oleh peserta rapat agar dugaan setoran tidak dibebankan puskesmas dan Pustu saja. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine + 7 =