Soal BSM Rp 3,9 M, Ini Jawab Dikbud Kota

Soal BSM Rp 3,9 M, Ini Jawab Dikbud Kota

Kadis Dikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti
BERBAGI:

RBO, BENGKULU –  Kadis Dikbud Kota Bengkulu, Dra Rosmayetti, MM buka suara. Ini menyikapi rumor yang beredar sekaligus menjawab kejanggalan masalah   dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp 3,9 miliar tahun 2016 Kota Bengkulu yang dituding tidak disalurkan.

Kepala Dikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti menjawab secara resmi kepada wartawan RADAR BENGKULU Jumat Pagi (19/5) di ruang kerjanya. Menurutnya dana BSM bukan tidak disalurkan, melainkan tidak bisa cair dari Kas Daerah (Kasda) Pemerintah Kota Bengkulu.

“Dana BSM itu memang tidak cair! Karena keterlambatan memperoses pengusulan pencairan dari Dikbud Kota Bengkulu, sehingga dana tersebut tidak bisa diproses. Uangnya kembali ke kas daerah. Artinya tidak ada proses pencairan,” kata Kepala Dikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti, saat ditemui di ruang kerjanya.

Selanjutnya jelas Rosmayetti, pada anggaran tahun 2017 ini, anggaran tersebut akan diusulkan lagi. “Kita akan usulkan lagi nanti pada anggaran APBD-P hanya untuk SD dan SMP. Karena SMA di provinsi,” ujarnya.

Dimana di tahun 2016 SD, SMP dan SMA sekitar 5 ribu anak yang diusulkan. Nmaun dikerenakan SMA dan SMK telah diambilahli oleh Dinas Pendidikan Provinsi, maka Dikbud Kota hanya akan melakukan proses ulang dengan data SD dan SMP sekota saja.

Untuk perincian distribusinya, nilai uang sebesar Rp 1.100.000 diperuntukan siswa SMA pertahun dengan jumlah 360 siswa. Rp 1.200.000 untuk siswa SMK pertahun dengan jumlah 325 siswa. Rp 900.000 siswa SMP pertahun dengan jumlah 1.065 siswa dan Rp 800.000 untuk siswa SD pertahun dengan jumlah 2.764 siswa. Namun realitanya dana bantuan siswa miskin yang seharusnya terealisasi pada tahun 2016 dimana pada waktu itu launchingnya langsung dibuka oleh Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan SE, di sport Center, Pantai Panjang pada Desember 2016. (ae3/rsm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

three + 19 =