Air Terjun Singkai Digandrung Para Petualang

Air Terjun Singkai Digandrung Para Petualang

BERBAGI
Pesona Air Terjun Singkai Kab. Mukomuko
BERBAGI:

RBO, MUKOMUKO – Air Terjun Singkai Mukomuko merupakan lukisan alam yang memiliki pesona keindahan luar biasa tetapi belum banyak yang bisa menikmati keindahan objek wisata satu ini. Banyak alasan kenapa air terjun itu masih sepi pengunjung. Diantarannya jarak dari pemukiman dengan lokasi cukup jauh serta akses jalan yang masih jauh dari kata elok.

Kendati demikian, bagi yang suka memacu adrenaline, seperti yang diungkapkan Komandan Komunitas Paing-Paing (Koping) Mukomuko, Eni Irma Yunita (24) yang sudah merasakan pelukan air Terjun Singkai menceritakan, meskipun lelah diperjalanan, keindahan air terjun yang menjulang sekitar 80 meter itu membuat rasa lelah terbayar, letihpun seolah luntur seiring udara sejuk menyelimuti tubuh.

“Beberapa anggota tim yang laki – laki langsung terjun ke pemandian yang ada dibawah air terjun dan menikmati dinginnya air terjun setelah berkeringat menempuh perjalanan. Tempat pemandian yang tidak terlalu dalam hanya sepinggang orang dewasa ini menjadikannya aman jika pengunjung akan mandi,” ungkap Ita (pangilan akrab Eni Irma Yunita) kemarin.

Disampaikan Ita, selain air terjun yang menjulang tinggi, perjalanan menuju air terjun juga sangat memacu adrenalin pengunjung. Jelas apa yang diampaikan Komandan Koping ini membuat jurnalis RBI penasaran. Itapun menceritakan seperti apa perjalanan menuju Air Terjun Singkai ini.

Tim terdiri dari 8 orang ini memulai perjalanan dari Mukomuko dengan menggunakan mobil berjenis ford renger double gardan menuju Penarik. Dari simpang SP 1 Penarik masuk ke arah SP 2 bisa menggunakan kendaraan roda 4 juga bisa menggunakan motor, karena jalan yang sulit ditempuh, disarankan untuk menggunakan kendaraan khusus yang bisa masuk ke jalan – terjal bebatuan dan tanah merah.

Setelah sampai di tugu kedua, yaitu Tugu Bima Putra, belok ke arah kanan masuk ke jalan koral.

Sekitar satu jam perjalanan kita akan bertemu dengan sungai yang terbentang luas. Dimusim kemarau sungai tidak terlalu dalam, akan tetapi jika dimusim penghujan sungai dapat meluap. Untuk sepeda motor bisa melewati rakit yang tersedia dengan membayar 5000 rupiah. Karena tim menggunakan mobil, maka langsung menerabas sungai yang ada.

Lanjut Ita, ketika melewati sungai, mobil sempat mengalami macet dan tak bergerak, dikarenakan kondisi bebatuan disungai dan mobil yang tidak bermuatan, sehingga menyebabkan mobil sulit untuk bergerak. Alhasil, dengan banyaknya batu yang ada, tim memasukan batu ke bak mobil dengan maksud untuk membuat bak mobil berat dan menjaga keseimbangan mobil. Alhasil, mobil bisa kembali melewati sungai.

Tak hanya sungai, kita juga dihadapkan dengan jalan yang ekstrim karena banyak tanjakan dan turunan yang cukup curam. Katanya, jalan tersebut buatan swadaya yang punya kebun disekitaran wilayah menuju air terjun.

Sekitar 30 menit dari tempat pemberhentian mobil akhirnya yang menjadi tujuan sudah semakin dekat dengan terdengarnya suara gemercik air yang sangat deras, dan akhirnya tim sampai di lokasi air terjun.

“Yaa begitulah bang, saya susah menceritakan isi hati saya ketika mata saya memandang alam sekira air terjun. Pokoknya capek dijalan tadi ilang semua,” tutur cewek bertubuh mungil ini.

Setelah tim selesai mengambil dokumentasi akhirnya tim bergegas kembali menuju ke tempat mobil diparkirkan. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju kembali ke rumah sekitar pukul 2 siang.

Karena sudah faham jalur, mobilpun tidak mengalami hambatan dan bisa melewati jalan dengan baik meski ada beberapa kali harus kembali turun kebawah karena tanjakan sulit untuk dilalui. Alhasil, perjalanan pulang lebih singkat dari perjalanan saat berangkat dan akhirnya tim sampai dirumah dengan selamat.

Saat ini, Air Terjun Singkai sangat digandrungi para petualang. Selain Koping, salah satu Komunitas Treal Mukomuko, Andre Muse (26) juga pernah bercerita tentang keindahan alam Air Terjun Singkai. Tapi Muse lebih menceritakan kepuasannya ngetreal di jalur menuju air terjun.

“Serunya kesana itu motor bisa sampai bawah air terjun, tapi jalurnya cukup ekstrim. Ada tanjakan dan turunan yang curam, nyeberang sungai, tapi disitu serunya,” ujar Muse.

Ia juga menceritakan, ia sempat mengalami insiden kecil di salah satu turunan yang tidak jauh lagi dengan lokasi air terjun. Saat melewati jalur itu, ia tidak sengaja ngerem mendadak, spontan motor yang ia kendarai nungging sampai berputar. Kepala Muse pun jatuh ketanah yang sudah sedikit berlumpur.

“Pokoknya saran saya, kalau mau kesana harus safety lah. Siap tempur pokoknya. Mulai dari perlengkapan keselamatan dan juga kondisi motor harus prima. Meskipun tidak terlalu jauh kalau pakai motor, kalau motor mogok dan kita harus dorong, kan lumayan juga bro. Bagi yang hobby ngtreal rugi kalau gak kesana,” demikian Muse. (sam)