Rabiatul Aini Minta Maaf

Rabiatul Aini Minta Maaf

Ikrok/RBO: Kadiskes Kepahiang dan Kepala Kapus Kawawetan saat menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Kepahiang melalui awak media di aula Dinkes, Selasa (23/05), siang.
BERBAGI:

Dewan: Kalau Khilaf Lagi Pecat!!!

RBO, KEPAHIANG – Komisi I DPRD Kepahiang akhirnya memanggil Kepala Dinas Kesehatan Sudarno Kusumo dan Kepala Puskesmas Kabawetan Rabiatul Aini, agar melakukan klarifikasi terkait mobil Ambulance BD 9178 GY, yang disalahgunakan untuk ikut perlombaan burung berkicau dan jualan pakan burung.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Waka I DPRD Kepahiang, Andrian Depandra, SE, dan Ketua Komisi I Nur Rahman Putra serta anggota komisi Eko Guntoro, Kadis Dinkes dan Kepala Kapus Kabawetan mengakuai kesalahannya karena sudah lalai meminjamkan mobil ambulance tersebut kepada keponakannya Rija Rjb Canary Yogya (M. Agus Rijaya). Atas pengakuan tersebut dewan meminta Kepala Kapus meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Kepahiang dan Provinsi Bengkulu. Dan terakhir meminta yang bersangkutan tidak lalai lagi, apabila kembali lalai maka usulannya dipecat dari kedudukannya.

“Kami berharapan kejadian ini tidak terulang kembali, karena sesuai dengan peruntukannya ambulance itu tidak disalahgunakan. Karena merupakan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat, jika ini terjadi lagi legislatif akan memberikan rekomendasi sebagaimana fungsi dan wewenang kami sebagai pengawasan di Pemerintahan ini,”ujar Andrian membuka rapat.

Ditempat yang sama Kepala Kapus Kabawetan Rabiatul Aini, mengakui kesalahannya. Dia menjelaskan awalnya mobil tersebut dipinjam oleh keponakannya Rija Rjb Canary Yogya (M. Agus Rijaya) dengan alasan untuk menjenguk dan menjemput keluarga yang sakit di Kota Bengkulu.

Jika berdasarkan alasannya meminjam mobil sangat tepat untuk menjenguk dan menjemput keluarga yang sakit, saya kira tidak ada yang salah. Hanya saja, setelah itu mereka jalan-jalan dan diketahui berjualan pakan burung di Taman Remaja. Saya tau itu dari media sosial, karena alasannya berbeda,”ungkap Aini.

Disisi lain Kepala Dinas Kesehatan Sudarno Kusuma SKM, MM, menegaskan sudah melayangkan peringatan keras kepada puskesmas Kabawetan. Tetapi pihaknya belum bisa menerapkan sanksi, alasnya lantaran kesalahan yang dilakukan tidak terlalu fatal.

“Ini murni kesalahan yang tidak diketahui kepala Puskesmas Kabawetan, ia juga kecolongan sehingga ambulance digunakan untuk jual pakan burung di Bengkulu. Setelah itu, Dinkes juga telah memberikan teguran keras agar kedepan kesalahan ini tidak terjadi lagi,”ungak Sudarno.

Selaku pimpinan Sudarno juga meminta maaf kepada masyarakat Kepahiang dan Provinsi Bengkulu atas kejadian tersebut. Dia mengatakan kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi dimasa akan datang.

“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu, khususnya di Kepahiang atas kelalaian ini, sampai Sudarno, kepada awak media di Dinas Kesehatan Kepahiang, kemarin siang. (izu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

3 × five =