Bengkulu Butuh Lebih Banyak Pengusaha Baru

Bengkulu Butuh Lebih Banyak Pengusaha Baru

Pemprov Bengkulu saat menggelar agenda ngopi bareng
AGUS/ RBO: Pemprov Bengkulu saat menggelar agenda ngopi bareng bersama OJK dan pelaku perbankan se-Provinsi Bengkulu, kemarin (24/5).
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru.

Salah satunya, melalui peningkatkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), baik kualitas maupun kuantitas. Serta kerjasama dengan perbankan guna melahirkan enterpreneur baru yang lebih kreatif dan lebih tangguh.

Sementara itu, saat menggelar agenda ngopi bareng bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku perbankan se-Provinsi Bengkulu, Dr.H.Gubernur Ridwan Mukti,MH menuturkan, jumlah pengusaha di suatu daerah, minimal 2 persen dari jumlah penduduk, supaya ekonomi mampu tumbuh lebih besar.

“Saya ingin mengajak kepada kita, jangan sampai laju ekonomi yang datang semakin deras nanti menciptakan masyarakat Bengkulu hanya sebagai penonton saja,” tegasnya saat di Balai Raya Semarak, kemari (24/5).

Dijelaskan, enterpreneur bukanlah berdasarkan genetik atau keturunan. Siapapun, bisa menjadi pebisnis asalkan terdidik. Karena itu, pihak perbankan diharapkan bisa meningkatkan itensitas pendampingan bagi pelaku usaha, dan pelatihan untuk ciptakan pengusaha baru.

“Jadi, enterpreneur itu bisa by design. Karena kita ingin menciptakan pengusaha baru, maka instrukturnya juga harus disiapkan,” ulasnya.

Dibagian lain, dalam agenda ngopi bareng bersama 21 perwakilan perusahaan perbankan, juga hadir Kepala Perwakilan BI (Bank Indonesia) Bengkulu, Endang Kurnia Saputra.

Dalam kesempatan kemarin, Endang memaparkan, debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada triwulan I tahun 2017 mencapai 38 ribu pembukaan rekening baru. Dari jumlah tersebut, Endang mengharapkan ada wirausaha baru yang terus bertumbuh.

Bank Indonesia, lanjutnya, sejak tahun 2014 kembali melakukan program WUBI, yakni pengembangan wirausaha. Kemudian, untuk UMKM, pihaknya akan berkomitmen untuk lakukan pendampingan serta pendampingan bersama Organisasi Perangkat Daerah yang berwenang.

“Di Bengkulu, kami baru bisa menjaring 13 unit usaha baru (melalui WUBI), karena kami selektif,” jelasnya.

Sementara itu, guna mendorong investasi swasta, BI berencana mengajak ‘Bussines Matching Forum’ untuk Provinsi Bengkulu pada tahun ini. Kegiatan itu, kata Endang Kurnia sebagai langkah awal untuk menggaet investor.

“Entah ini ada semacam telepati atau sambungan kesamaan pikiran, arahan Pak Gubernur Ridwan dengan Gubernur BI Pak Agus Martowardoyo, ternyata sama. Saya diminta segera menyelenggarakan Bengkulu Invesment Forum,” tegasnya.

“Insya Allah di Jakarta pada bulan September nanti. Dan ini (business matching forum-red) dipilih Gubernur BI hanya Nusa Tenggara Timur dan Bengkulu,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

8 + six =