Komisi Yudisial RI Ajak Mahasiswa Memahami Kode Etik

Komisi Yudisial RI Ajak Mahasiswa Memahami Kode Etik

Dedi/RBO: Seminar Nasional yang digelar UMB Kemarin.
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Selasa kemarin menggelar Seminar Nasional dengan mengusung tema Legitimasi Komisi Yudisial Republik Indonesia Dalam Pengawasan Prilaku Hakim di Indonesia. Seminar itu berlangsung di Aula Kampus II UMB kemarin (23/05).

Pemateri dalam seminar yaitu, Ketua Bidang Pengawas Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial RI Dr. H. Jaja Ahmad Jayus, SH, M.Hum dan Wakil Kapolda Bengkulu Kombes Pol Dr. H. Agus Kurniady Sutisna SH, MH didampingi Rektor UMB Dr. H. Ahmad Dasan SH, MA dan juga turut hadir perwakilan Kepala Kejati Bengkulu, Kejari Bengkulu, dan perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu, dan juga diikuti oleh seluruh Masiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Dalam seminar itu Dr. Jaja Ahmad Jayus, memaparkan sejumlah materi untuk mengajak seluruh mahasiswa Fakultas Hukum khususnya mengenal kode etik. Memang didalam kurikulum mata kuliah sudah ada pemahaman terkait dengan koda etik ini.

“Melalui seminar ini kita juga megajak semua mahasiswa lebih jeli memahami kode etik. Dengan semakin tingginya tingkat pemahaman kode etik itu, maka tingkat pelanggaran hukum itu dapat dikurangi,” papar dia seusai seminar itu kemarin.

Dia juga berharap dengan adanya seminar ini mahasiswa UMB ini dapat memahami kode etik lebih dalam lagi. Sehingga mahaisiswa UMB ini menjadi mahasiswa yang tampil beda dengan mahasiswa universitas lainnya.

“Kemajuan dari generasi itu yang selalu kita harapkan, jika mahasiswa UMB ini lebih mendalam mengenal kode etik, maka mereka dengan otomatis dapat mengurangi pelanggaran hukum di negara kita ini.”

Kemudian dia juga mengatakan, hampir setiap Provinsi se Indonesia ini ada laporan terkait dengan prilaku yudisial dan kode etik yang dilanggar oleh seorang hakim. Namun dirinya tidak mengetahui secara detil untuk Provinsi Bengkulu.

“Kalau kita dari Komisi Yudisial ini, jika kedapatan laporan hakim yang melanggar kode etik, maka kita akan bertindak secara tegas. Mulai dari yang secara lisan hingga ke pemecatan,” tegasnya.

Terpisah, Dekan Fakultas Hukum UMB, Dr. Susianto mengatakan, sengaja menggelar seminar ini untuk mahasiswa supaya mereka tidak hanya memiliki pengetahuan di bangku kuliah saja, tetapi mereka juga harus memiliki pengetahuan yang luas.

“Seminar dengan meghadirkan Narasumber Komisi Yudisial ini merupakan sebuah penghargaan bagi mahasiswa kita. Terkait dengan pengetahuan kode etik ini, kita di mata kuliah juga sudah megajarkannya. Nah dengan menghadirkan seminar ini, maka mereka dapat memperluas wawasannya tetang kode etik ini,” terang dia. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × five =