Eks Anggota Dewan Provinsi Nipu, Dituntut 2 Tahun

Eks Anggota Dewan Provinsi Nipu, Dituntut 2 Tahun

BERBAGI
BERBAGI:

Kuasa Hukum: Terlalu Tinggi

RBO, BENGKULU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hutagaol, SH menuntut terdakwa penipuan tes CPNS mantan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu yakni Soheri Ersuan selama 2 tahun penjara. Dalam tuntutannya, Soheri disangkakan dengan pasal 378 KUHP. Persidangan diketuai oleh Hakim Diris Sinambela, SH itu, menutup persidangan pada minggu depan.

Sementara itu, dikatakan Sofyan Siregar, SH selaku kuasa hukum terdakwa. Tuntutan itu terlalu tinggi, pasalnya kliennya itu didakwa bukan masalah pidana. Dalam persidangan pun, jika kliennya juga sudah mencicil uang utang dari korban.

“Jadi kalau kita nilai terlalu tinggi tuntutannya. Lanjutnya, kita akan mengajukan pembelaan,” terang Sofyan Kamis (25/05) kemarin.

Selain itu, pihaknya memiliki beberapa bukti atas pembayaran cicilan pinjaman itu. Terhimpun, ada surat perdamaian hingga beberapa kwitansi atas dasar pembayaran cicilan uang tersebut. Terhitung pada awal 3 Oktober hingga 29 Oktober tahun 2016 lalu memiliki kwitansi. Uang dicicil pertama sebesar Rp 10 juta. Selanjutnya, Rp 18 juta yang diterima oleh anak Paino selaku korban yakni Devina.

“Dikarenakan itu sudah bayar. Fakta dalam persidangan oleh pihak keluarga sudah ada itikad baik untuk membayar, namun kita lihat nanti karena proses sudah berjalan,” imbuhnya.

Diketahui Subdit Kamneg Reskrimum Polda Bengkulu menerima, laporan dari Paino warga Kabupaten Seluma jika adanya tindakan penipuan dengan modus penerimaan tes CPNS. Namun, ternyata keinginan itu tidak terwujud hingga uang Rp 200 juta pun melayang. Dari perkembangan pemeriksaan penyidik diketahui korban Soheri diperkirakan mencapai 4 korban, 2 CPNS, 1 penipuan jual beli rumah, 1 jual beli tanah. Diketahui untuk korban penipuan CPNS satu orang berasal dari kabupaten Kaur, Mardian. (run)