Jaksa Lirik Subsidi Maskapai Susi Air

Jaksa Lirik Subsidi Maskapai Susi Air

673
BERBAGI
RONAL/RBO: Asisten Tindakan Pidana Khusus Kejati Bengkulu Henri Nainggolan, SH, MH Saat Diwawancarai.

RBO, BENGKULU – Tampaknya, Kejaksaan Tinggi Bengkulu tak main main menyelesaikan tindakan pidana korupsi di Provinsi Bengkulu. Sudah menetapkan 6 tersangka dalam dua perkara, diantaranya kasus sosialisasi pajak dan pembangunan jalan Kota. Terbaru, penyidik tindakan pidana khusus mulai melirik laporan dugaan subsidi penerbangan pesawat Susi Air dengan tahun anggaran 2010 sampai dengan tahun anggaran 2012. Informasi yang didapat Harian RADAR BENGKULU, Jumat (26/05) kemarin jika total anggaran itu mencapai sejumlah Rp 7,5 miliar. “Benar, masih dalam proses penyelidikan kita,” terang Kepala Kejaksaan Tinggi  Bengkulu Sendjung Manullang, SH, MH melalui Asisten Tindakan Pidana Khusus Henri Nainggolan, SH, MH saat dijumpai.

Perkara yang dilaporkan masyarakat ini, diduga berindikasi jika dalam subsidi itu diberlakukan untuk 8 seat/Kursi bagi pihak Pemda Mukomuko. Sedangkan jumlah  yang ada dalam pesawat berjenis Cesnagrand Carapan 208 dengan jurusan, Kabupaten Mukomuko – Kota Bengkulu dan Kota Bengkulu – Kabupaten Mukomuko sebanyak 12 seat/Kursi. “Memang dalam laporan terdapat indikasi, jika ada subsidi diperuntukan. Dimana hal itu seharusnya, tak diperbolehkan,” tambahnya.

Biaya 1 seat dalam sekali perjalanan atau satu jurusan sebesar Rp 600 ribu. Hal ini sudah dilakukan kesepakatan atau MoU antara Kabupaten Mukomuko dan pihak Susi Air pada tahun 2010. Sebelumnya, Seketaris Daerah Kabupaten Mukomuko Syafkani  dipanggil pihak Kejaksaan terkait hal ini. Ia pun membenarkan jika memang ada keberangkatan diperuntukan subsidi pada waktu itu.

“Penyertaan modal dan untuk subsidi itu memang ada. Namun, untuk dana itu saya belum tahu ya. Saya kesini hanya koordinasi terkait meskapai dengan tujuan Mukomuko ke Kota Bengkulu,” singkatnya. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × 1 =