Kendalikan Inflasi Bulan Ramadan, Alim Ulama Diminta Berperan Aktif

Kendalikan Inflasi Bulan Ramadan, Alim Ulama Diminta Berperan Aktif

143
BERBAGI

RBO, BENGKULU – Meningkatnya angka inflasi pada saat bulan Puasa Ramadan dan Idul Fitri memang tidak bisa dipungkiri lagi. Ini lantaran tingkat konsumtif masyarakat yang meningkat tajam.

Menindaklanjuti hal ini, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama Pemda Provinsi menggelar diskusi dengan para Alim Ulama Bengkulu untuk merumuskan kondisi tersebut.

Dari diskusi ini, ada beberapa point yang dinilai efektif dalam menekan mengendalikan inflasi yang selalu terjadi di bulan Puasa dan Idul Fitri. Dari sisi pemerintah dan instansi teknis terkait, peran teknis seperti kontrol terhadap ketersediaan barang dan sembako akan dilakukan pengawasan lebih ketat lagi. Sehingga tidak terjadi tindakan penimbunan dari para pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara dari sisi non teknisnya, peran alim ulama dan lembaga keagamaan diminta untuk lebih giat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat akan hakikat utama berpuasa. Bukan justru berfoya–foya. Selain itu, distribusi zakat diminta dilakukan lebih awal dan diperluas lagi.

“Jadi, bagaimana kemampuan kita untuk betul–betul bisa membangun mindset masyarakat. Bahwa tujuan puasa ini menahan dalam semua hal. Termasuk untuk tidak konsumtif berlebihan,” tegas Wakil Gubernur Bengkulu Dr.drh.H.Rohidin Mersyah,MMA pada diskusi bertajuk Peran Alim Ulama Dalam Upaya Pengendalian Inflasi Selama bulan Ramadan, kemarin (24/5).

Menanggapi permintaan yang dihasilkan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof.Dr.H.Rohimin,M.Ag mengungkapkan, pihaknya selama ini telah melakukan apa yang diharapkan pihak pemerintah. Namun mungkin belum maksimal pada beberapa wilayah.

“Kita para alim ulama, Baznas dan pihak terkait lainnya, akan terus berupaya mengubah mindset masyarakat untuk tidak terlalu konsumtif di bulan puasa. Karena mengubah mindset masyarakat memerlukan waktu secara bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Endang Kurnia Saputra mengatakan, dilaksanakannya diskusi yang melibatkan alim ulama dalam mengendalikan inflasi di bulan puasa ini, agar daya beli masyarakat Bengkulu bisa stabil hingga pertumbuhan ekonomi juga merangkak naik.

“Jika inflasi bisa kita kendalikan, maka daya beli masyarakat secara keseluruhan, terutama kelas menengah ke bawah akan meningkat. Namun jika hal ini tidak dikendalikan, maka kesejahteraan masyarakat dipastikan tidak akan merata,” terangnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

17 + 16 =