Budi Harso: Saya Menerima SMS Gelap

Budi Harso: Saya Menerima SMS Gelap

RONAL/RBO: Mantan Kepala BNNP Bengkulu Saat Disidang.
BERBAGI:

Narkoba di Ruangan Bupati BS, Mantan Ka BNNP Disidang

RBO, BENGKULU – Persidang perkara pemufakatan narkoba di ruang Bupati Bengkulu Selatan (BS), Dirwan Mahmud, terus bergulir. Kemarin mantan orang nomor satu di Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu, Kombes Pol Drs Budi Harso, diperiksa oleh jaksa. Sebelumnya, dirinya enggan memberikan kesaksian dikarenakan sudah disumpah.

Dalam persidangan kemarin, mantan Kepala BNNP Bengkulu itu memberikan kesaksian beberapa hal yang dirinya ketahui dalam masa jabatannya itu. Menariknya, jika dirinya sebelum terjadinya peristiwa tepatnya bulan Mei tahun 2016 itu mengaku pernah dihubungi pihak gelap. Tepatnya sebelum pada tanggal 10 Mei 2016 itu, sekira pukul 01.00 WIB Budi menerima pesan singkat. Dalam pesan itu, jika memberikan pentunjuk jika di ruangan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud terdapat narkoba.

“Memang sebelum itu ada yang mengirim sms namun saya tidak tahu nomor siapa. Bahkan dia menerangkan jika ada Kepala Daerah memakai narkotika,” singkatnya menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Lendraty Janis SH, MH, Senin (29/05) kemarin siang di PN Bengkulu.

Hingga sore harinya, mantan Kabid Berantas BNNP Bengkulu mendatangi kediaman Budi. Ketika disana, perbincangan keduanya memang membahas penggeledahan narkoba di Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Memang Dia datang ke rumah, dia membenarkan jika sms itu benar adanya,” tambahnya.

Hingga akhirnya, dirinya meneken surat penggeledahan sekaligus penyelidikan terhadap operasi tersebut. Sebagai pejabat Kepala BNNP Bengkulu, dirinya mengakui semua urusan penangkapan hingga penggeledahan sudah diberikan tanggung jawab terhadap Kabid Berantas AKBP Herly.

“Apakah anda tahu, jika Pak Herly, melakukan brefing dalam penggeledahaan ini,” tanya Ketua Hakim.

“Tidak, semua urusan sudah saya berikan wewenang kepada Kabid Berantas,” imbuhnya.

Sementara itu, sebelum penggeledahan saat tiba di lokasi, Budi juga sempat menerima sms gelap kembali, dalam percakapan itu menyebutkan berupa sabu dan ekstasi di ruangan kerja Bupati. Namun sayangnya, Budi mengakui tidak mengetahui siapa oknum itu. Bahkan menurutnya, hanya ada tanda kode berupa “W8” pada akhir sms ke dirinya pada saat itu.

Selain lima terdakwa yakni Mantan Bupati BS Reskan Effendi, Ahmad Murad, Darmawan, Kahairul Dani dan Sarkawi. Dalam persidangan juga dihadiri, anggota BNNP, PNS dan Staf Karyawan mengikuti persidangan berlangsung. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

16 − 4 =