Massa Lekra Minta Kejati Usut Tuntas Kasus Korupsi

Massa Lekra Minta Kejati Usut Tuntas Kasus Korupsi

185
BERBAGI
Dedi/RBO: Puluhan Massa Lekra Gelar Aksi Depan Kejati Selasa Kemarin.

RBO, BENGKULU – Puluhan massa dari Lentera Kedaulatan Rakyat (Lekra) Selasa kemarin, (30/5) aksi depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Dalam aksi itu mereka minta Kejati Bengkulu Segera tahan Tsk Kasus Sosialisasi pajak fiktif di BPKAD Kota Bengkulu tahun 2016. Kemudian meminta Kejati Bengkulu segera usut kasus Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun 2016 di Dikbud Kota Bengkulu. Mereka juga menuntut supaya Kejati Bengkulu segera bongkar Monarki Korup di Bengkulu.

Koordinator lapangan Aurego Jaya mengatakan, tindak pidana yang selama ini terjadi secara meluas tidak hanya merugikan keuangan Negara saja, tetapi juga sudah melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat.

“Seperti yang kita lihat sekarang ini, Bantuan untuk Siswa miskinpun lenyap tidak tahu kemana, dan sampai dengan siapa. Kedatangan kami ini minta keadilan kepada pihak Kejati untuk menuntaskan kemana perginya uang tersebut,” pungkas Aurego dalam Aksi itu kemarin.

Selang beberapa menit perwakilan dari Kajati Bengkulu langsung menemui massa dan minta 5 orang perwakilan dari massa untuk masuk ke ruangan Kejati.

Dalam pertemuan yang singkat itu semua tuntutan dari mereka dijawab langsung oleh Aspidsus Kejati Bengkulu Henri Nainggolan SH, MH, dia mengatakan, semua tuntutan dari teman-teman ini adalah bagian dari pekerjaan pihaknya. Yang pertama, Tsk kasus sosialisasi pajak beberapa hari yang lalu kasus tersebut sudah ditetapkan Tsknya namun belum untuk penahanan.

“Dua orang sudah resmi kita tetapkan sebagai Tsk dalam kasus itu, Senin kemarin Penyidik layangkan surat pemanggilan namun mereka mengelak dari panggilan itu. Nanti setelah kita panggil kedua kali apabila belum juga datang maka akan kita cek langsung, apa kendalanya,” terang Henri.

Lanjutnya, khusus untuk Monarki Korup di Bumi Raflesia ini sudah merupakan cita-cita Kejati Bengkulu.

“Sekecil apapun itu kasus jika sudah ditangani Kejati Bengkulu dan sudah ada kerugian negera maka Tsknya akan segera kita tetapkan. Jika ada laporan dan memberi kami data yang lengkap maka kami akan bertindak secara cepat dan usut sampai tuntas,” bebernya.

Kemudian untuk Kasus BSM di Dikbud Kota Bengkulu itu dijawab langsung oleh Kajari Bengkulu I Made Sudarmawan SH, MH yang pada saat itu ada di tempat aksi itu berlangsung. Kajari mengatakan, untuk kasus BSM tersebut pihaknya sekarang sudah mulai menelusuri kebenarannya.

“Ya untuk kasus BSM sekarang ini kita masih mengumpulkan data. Jika itu ada kepastian maka kita juga akan bekerja dengan tegas,” terang Made. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five + twenty =