Dipecat, Puluhan Karyawan Melawan! Datangi Disnaker

Dipecat, Puluhan Karyawan Melawan! Datangi Disnaker

BERBAGI
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Puluhan karyawan PT. KAY JUN FOOD yang beralamat di Jalan Danau No.33 Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu Jumat kemarin, (2/6) mendatangi kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bengkulu. Kedatangan mereka minta Disnaker untuk menengahi terkait dengan adanya sejumlah karyawan di PT tersebut dipecat tanpa alasan yang kuat.

Ketua Serikat Pekerja Lembak, Buyung Mustofa menuturkan, sebelumnya PT tersebut sudah mengeluarkan karyawannya sebanyak 11 orang tanpa alasan yang kuat. Mereka merasa dirinya dikeluarkan dengan cara tidak hormat.

“Sepengetahuan saya, pimpinan PT. KAY JUN FOOD itu mengeluarkan mereka melalui Whatsapp dan tanpa memberi penjelasan yang bisa diterima, jadi mereka meresa dikeluarkan begitu saja tanpa ada sebab apapun,” tutur buyung kemarin.

Dikatkannya, karyawan yang belum dikeluarkan ini hanya menunggu giliran mendapat pesan Whatsapp, karana menurut mereka pimpinan PT tersebut tidak bisa berbicara menggunakan Bahasa Indonesia dia hanya menggunakan bahasa China.

“Sekarang inikan bulan Puasa dan sudah lama mengabdi di PT tersebut, tiba-tiba kita mau dikeluarkan tanpa alasan yang kuat, kita harap Disnaker dapat menegahi perbuatan PT itu terhadap sejumlah karyawan ini,” katanya.

Kepala Disnaker Kota Bengkulu Munarwan Syafui mengatakan, pihaknya akan melakukan cek lapangan langsung terkait dengan adanya aduan sejumlah karyawan di PT itu.

“Ya memang ada sekitar 25 orang karyawan PT KAY JUN FOOD itu mendatangi kita untuk mengambil sebuah tindakan terhadap PT itu. Setelah kita melakukan sidak ternyata pimpinan PT itu orang China jadi kita merasa kesulitan untuk berintraksi dengan pimpinannya, namun kita akan cek langsung kenapa mereka mengeluarkan sejumlah karyawannya tanpa alasan itu. Nanti hari Senin 5 Juni pimpinanya akan kita panggil ke kantor untuk dimintai keterangan,” terang Munarwan.

Setelah didatangi kata Munarwan, pimpinan PT tersebut memang mengakui memang ada mengeluarkan karyawan melalui Whatsapp.

“Nanti setelah kita mengetahui kebenaran dari PT itu kita akan berkoordinasi langsung dengan Disnaker Provinsi untuk sanksinya, yang jelas Senin nanti kita akan panggil kembali pimpinan PT itu,” pungkas Munarwan. (ide)