Ibu Muda dan Anaknya Dirampok Dua Penjahat

Ibu Muda dan Anaknya Dirampok Dua Penjahat

BERBAGI

Dipukul Pakai Papan Imam Masjid

RBO, KEPAHIANG – Aksi perampokan terjadi di Kabupaten Kepahiang, Kamis malam. Kali ini menimpah Fatmawati (25) warga Dusun Empat Desa Ketorejo Kecamatan Kepahiang dan anaknya yang masih berumur 5 tahun. Peristiwa terjadi di simpang 4 atas Desa Ketorejo saat korban mau pulan ke rumah, Kamis (01/05) sekira pukul 19.30 WIB.

Aksi kejahatan dengan kekerasan ini sudah diatur dan terencanan dengan baik. Dimana pelaku yang diketahui berjumlah dua orang tersebut sudah berbagi peran. Satu pelaku bertugas mengintai korban di simpang tiga (luar-red) dan satu pelaku lagi menunggu di simpang 4 atas dengan senjata tumpul (kayu) di tangan. Melalui komunikasi via SMS kedua pelaku mulai mengintai para korban. Akhirnya target pelaku jatuh pada korban Fatmawati dan anaknya yang akan pulang ke rumah usai belanja keperluan sahur.

Dengan rapi pelaku mengiring sepeda motor Mio Sporty dikendarai korban sampai tanjakan Desa Ketorejo, lalu pelaku menyalip dan menunggu di simpang 4 atas Ketorejo yang diketahui tidak jauh dari rumah korban. Tiba di Tempat Kejadian Pekara (TKP) sepeda motor korban dipepet pelaku, lalu pelaku lain yang menunggu di jalan langsung mengayunkan kayu plang nama Iman Desa Ketorejo yang dicabut pelaku tidak jauh dari TKP ke arah dada korban. Nahasnya saat itu anak korban berada di depan sehingga harus mejadi korban para pelaku. Korban yang oleng dihentikan pelaku, lalu pelaku menyita sepeda motor Yamaha Mio Sporty, uang dan barang-barang berharga lain, lalu pergi meninggalkan korban dan anaknya yang hanya bisa berteriak minta tolong.

“Korban ini dari luar habis belanjo, ndak balik ke rumah,” ujar Iwan yang menjadi saksi mata kejadian tersebut.

Menurut Iwan pelaku dalam aksi kejahatan tersebut berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor bebek. Usai berhasil melancarkan aksi kedua berpencar dengan mengambil berlawanan arah.

“Pelaku dua orang, satu pelaku yang ngiring ibu Fat ini lari kearah keluar, satu lagi bawa motor hasil rampokanya ke arah Kabawetan atau arah rumah korban,” jelasnya.

Tetapi pada saat kejadian dirinya tidak bisa berbuat banyak apalagi melakukan pengejaran. Alasannya saat itu dirinya sedang mengasuh anaknya yang masih berumur 6 bulan. Akhirnya langkahnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kepahiang dan mengevaluasi korban.

“Aku lah narik parang ndak ngejarnya, pas di pintu aku terpikir anak aku sapo jago, jadi urung, telepon polisi, dan amankan korban dan melarikan anaknya ke rumah sakit, karena mengalami luko memar di bagian pelipis kiri,” terangnya.

Atas laporan saksi seluruh penjuru keluar masuk Kabupaten Kepahiang ditutup rapi oleh anggota Polres Kepahiang dan jajaran. Lalu istri Yanto (28) ini (korban-re) diarahkan untuk membuat laporan secara resmi ke Polres Kepahiang dengan barang bukti plang Imam Masjid yang digunakan pelaku memukul anak korban. Di TKP turun Kabag Sunda Kompol Edi Susanto, serta personil intelijen Polres Kepahiang. Disisi lain upaya penyelusuran dan pengejaran terus dilakukan oleh polisi dan warga setempat. Namun, hingga Jumat (02/05) sore belum ada informasi keberadaan pelaku.

Pelaku Matikan Lampu Jalan

Cerdik dan terarah aksi kejahatan pelaku perampokan ini. Dimana sebelum melakukan aksi kejahatannya pelaku sudah memeta semua tempat kejadian pekara. Salah satu untuk memulus kejahatan dan tidak dikenal korban pelaku mematikan lampu jalan di TKP.

“Saat kejadian lampu jalan mati, ni baru dihidupkan lagi,” ungkap Agus saat ditemui di TKP.

Menurut Agus akses jalan sentral produksi pertanian dari Ketorejo menuju perkebunan teh Kabawetan selama ini terkenal rawan dan sering dimanfaatkan pelaku kejahatan melakukan kejahatannya.

“Sayo ajo sudah tiga kali dihadang orang di dekat batu besak bawah iko, tapi beruntung dak pernah kesampaian (jadi korban-red),” terangnya.

Pak Iman Paman Korban

Plang kayu bertulisan imam milik imam masjid Desa Ketorejo yang digunakan pelaku untuk memukul korban akhirnya dijadikan alat bukti aksi kejahatan. Sialnya ternyata iman bernama Maulana tersebut adalah paman dari korban Fatmawati.

“Pak imam itu paman korban, jadi plang dipakai plang pamannyo korban,” ujar tetangga pak Iman, Aan di TKP.

Pemilik rumah simpang kanan dari simpang 4 ketorejo ini mengatakan selama ini lokasi (TKP) memang sering dijadikan tempat tongkrongan anak-anak muda. Parahnya lagi anak-anak baru gede tersebut sering menyalahgunakan obat batuk Komix untuk mabuk-mabukan di TKP.

“Memang disini sering anak-anak mudo ngumpul, pagi-pagi lah berserekan bungkus Komix,”terangnya. (izu)