Wagub Minta Penimbun Stok Pangan Ditindak Tegas

Wagub Minta Penimbun Stok Pangan Ditindak Tegas

BERBAGI
Plt Gub Bengkulu Rohidin Mersyah
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Wakil Gubernur Bengkulu, Dr.drh.H.Rohidin Mersyah, MMA meminta, aparat penegak hukum dapat menindak tegas para oknum penimbun stok pangan yang sering meresahkan masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa stok pangan bagi masyarakat Bengkulu di bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H dapat tercukupi.

“Akan ada inspeksi kecukupan pangan, serta pemberantasan upaya penimbunan barang oleh pelaku ekonomi bekerjasama dengan Polda Bengkulu,” terangnya kemarin (2/6) saat menggelar konfrensi pers bersama Bank Indonesia di Kantor Gubernur Bengkulu.

Sementara itu, terkait pengendalian inflasi selama bulan Ramadan pihaknya melakukan sejumlah upaya. Diantaranya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu telah mengadakan High Level Meeting (HLM) tanggal 31 Mei 2017. HLM tersebut bertujuan untuk membahas rencana aksi TPID baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan 1438 H.

“Inflasi Bengkulu relatif tinggi dibandingkan dengan rata-rata Sumatera dan nasional. Puncak tekanan inflasi secara historis senantiasa terjadi pada dua titik, yaitu bulan Ramadan dan akhir tahun. Oleh karena itu keberhasilan pengendalian inflasi pada kedua titik ini akan menentukan keberhasilan pengendalian inflasi selama satu tahun,” jelasnya.

Dijelaskan, bulan April 2017 kemarin, inflasi Bengkulu mencapai 6,60% (yoy), dibandingkan dengan bulan April 2016. Sumber utama peningkatan inflasi masih berasal dari inflasi angkutan udara yang sangat signifikan. Sementara itu, inflasi tanpa memperhitungkan angkutan udara relatif telah terkendali sebesar 3,40% pada tahun 2016.

Ditambahkan, pada bulan Ramadan, puncak tekanan inflasi terjadi antara H -14 hingga H -7 karena adanya peningkatan daya beli masyarakat yang mengakibatkan peningkatan permintaan.

Sementara itu, berdasarkan data TPID menunjukkan bahwa komoditas yang senantiasa meningkat harganya adalah telur ayam, daging sapi, gula pasir, cabai merah, daging ayam, beras dan minyak goreng.

“Pada posisi akhir Mei 2017 terdapat 5 komoditas yang menjadi prioritas pantauan TPID yaitu daging sapi, telur ayam, daging ayam dan gula pasir. Komoditas ini mengalami tren kenaikan harga,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Endang Kurnia menjelaskan, ada beberapa langkah yang dilakukan oleh TPID provinsi serta kabupaten/kota untuk mengendalikan inflasi selama bulan Ramadan. Diantaranya, memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan Idul Fitri dalam jumlah yang cukup. Koordinasi dilakukan dengan Bulog dan distributor lainnya untuk memastikan ketersediaan pasokan, termasuk mengadakan operasi pasar jika diperlukan.

Selain itu, TPID provinsi dan kabupaten/kota melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan pasar murah yang pelaksanaannya dimulai tanggal 15 Mei hingga H -2. Selain itu, terdapat berbagai kegiatan safari Ramadan Gubernur Bengkulu yang rangkaian dengan pasar murah di seluruh kabupaten/kota di Bengkulu. Sebagai contoh TPID Kota Bengkulu mengadakan rangkaian pasar murah diseluruh kecamatan di Kota Bengkulu.

“Langkah lain juga mendukung BULOG sebagai anggota TPID untuk melakukan distribusi daging murah Rp 80 ribu/kg untuk mengawasi tingginya harga daging Kerbau. Daging kerbau yang didistribusikan oleh Bulog bersertifikat halal, berkualitas dan aman untuk di konsumsi,” jelasnya.

“TPID bekerjasama dengan MUI mengimbau masyarakat agar melakukan konsumsi dengan wajar dan menghindari sikap berlebih-lebihan. Masyarakat harus senantiasa “menahan, bersyukur dan berbagi,” pungkasnya. (ags)