Riri Damayanti : Bengkulu Bisa Jadi Poros Maritim Indonesia

Riri Damayanti : Bengkulu Bisa Jadi Poros Maritim Indonesia

Riri Damayanti John Latief
Riri Damayanti John Latief S.Psi
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Laut adalah masa depan bangsa. Agar suatu bangsa dapat berkembang maju, kelautan dan perikanan bangsa itu harus mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional. Cegah dan tangkal illegal fishing. Lakukan konservasi untuk menjaga produktifitas sumber daya kelautan dan tingkatkan produksi, ekspor, pendapatan, adalah beberapa misi yang harus dicapai untuk mengoptimalkan laut sebagai masa depan bangsa.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh senator Bengkulu Anggota Komite II DPD RI, Riri Damayanti John Latief S.Psi. Dimana kesejahteraan sulit untuk terwujud jika Pemerintah Daerah mengabaikan aspek kedaulatan dan keberlanjutan dalam melakukan eksplorasi terhadap seluruh potensi sumber daya laut yang ada di Bengkulu.

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, banyak mata pencaharian nelayan yang hilang. Bila dalam pendataan tahun 2003 jumlah rumah tangga yang menjadi nelayan mencapai 1,6 juta orang, pada tahun 2013 ini hanya tersisa sebanyak 868 ribu saja. Penurunan ini berdampak serius terhadap kebaikan bangsa kita,” ungkap Riri Damayanti dalam diperingatinya hari laut sedunia, Selasa (7/6).

Misalnya saja, lanjut Riri, hampir 9 juta anak Indonesia di bawah 5 tahun terlalu pendek usianya karena kurangnya mengkonsumsi gizi yang terkandung di dalam ikan. Sebab itu, kata Riri, upaya-upaya untuk kembali mengoptimalkan potensi-potensi laut harus segera dilaksanakan dengan prinsip-prinsip kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. “Dengan kondisi itu, Riri mengapresiasi program-program yang telah dirumuskan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam rangka mengupayakan keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan budidaya di Bengkulu. Hanya saja, pada aspek inovasi iptek, SDM dan pemberdayaan, menurut Riri, belum menunjukkan hasil yang menggembirakan,”katanya.

Larangan penggunaan trawl dan kebijakan pemberlakuan ukuran minimum penjualan lobster, kepiting dan rajungan, telah membuahkan hasil. Terbukti sejak tahun 2015, stock ikan terus meningkat. Namun Senator termuda Indonesia ini meminta agar Pemerintah Daerah dapat menerapkan kebijakan larangan trawl dan pemberlakuan ukuran minimum itu dengan arif dan bijaksana yang tidak membuat kehidupan nelayan menjadi miskin.

“Pada tahun 2017 ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Pulau Enggano sebagai salah satu Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Tidak menutup kemungkinan, bila Bengkulu mampu membuktikan kualitasnya dalam mengelola laut, Bengkulu dapat menjadi salah satu poros maritim di Indonesia. Riri berharap, momentum Hari Laut Sedunia 2017 ini dapat menjadi bahan refleksi untuk kian meningkatkan tata kelola laut Bengkulu,” pungkas senator termuda yang telah beberapa kali memimpin jalannya sidang lembaga DPD RI tersebut. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 + 7 =