Pelaku Pemerasan: Saya Beri Tiga Pilihan, Bayar Denda, Diperkosa atau Dibunuh

Pelaku Pemerasan: Saya Beri Tiga Pilihan, Bayar Denda, Diperkosa atau Dibunuh

BERBAGI

RBO, KEPAHIANG – Kapolres Kepahiang AKBP. Pahala Simantunjak, SIK, melalui Kapolsek Kabawetan, Ipda Tony Syahri, mengatakan dalam melancarkan aksinya pelaku pemerasan memberikan tiga pilihan kepada korban ES (15) dan DA (13). Pilihannya bayar uang Rp 5 Juta, atau DA diperkosa dan atau ES dan DA dibunuh.

“Akhirnya ES menyanggupi membayar uang Rp 5 juta kepada pelaku MR dan SP,”kata Kapolsek Kabawetan, kemarin.

Lalu kedua pelaku melepaskan korban ES untuk mengambil uang tebusan yang diminta. Namun, bukan mengambil uang tebusan, korban ES meminta pertolongan dengan warga setempat, sehingga pelaku berhasil dibekuk perangkat desa  dan warga setempat dan diserahkan ke pihak Kepolisian Sektor Kabawetan.

“Korban yang diberikan kesempatan untuk cari uang tebusan, akhirnya meminta bantuan warga, sehingga pelaku berhasil dibengkuk,”kata Tony.

Diketahui pada Jumat (16/06) sekira pukul 19.20 WIB. Dua pasangan kekasih dan masih berstatus dibawah umur ditelanjangi oleh dua orang tidak dikenal mengaku sebagai polisi dan meminta uang Rp. 5 Juta rupiah, saat pacaran di perkebunan teh Kabawetan,

Korban dalam pekara ini yang lelaki inisial ES (15) dan perempuannya inisial DA (13) warga Tugu Rejo Kecamatan Karawan, Kepahiang. Keduanya merupakan pelajar SMPN 01 Kabawetan Kepahiang. Adapun pelaku inisiatif MR (28) warga Tugu Rejo Kecamatan Kabawetan dan SP (31) warga Sumber Sari Kecamatan Kabawetan Kepahiang. Saat ini kedua pelaku sudah mendekam dalam jel tahanan Polres Kepahiang.

Dari hasil pemeriksaan sementara kedua pelaku mengaku tidak melakukan apa-apa terhadap korban BA saat ditinggal pergi oleh korban ES. Namun dari pengakuan korban BA dirinya dipaksa melucuti pakainya atau melapaskan celana sebatas lutut, tetapi belum diapa-apakan. Selain itu pelaku juga sudah menampar wajar pacarnya inisial ES sebanyak 4 kali.

“Pengakuan BA, pelaku sudah melecehkan dirinya dengan meminta melucutkan celana sampai lutut dan melakukan kekerasan dengan menampar wajah korban ES sebanyak 4 kali,”jelas Kasat Reskrim Polres Kepahiang AKP. Khairul Akbar, SIK. (izu)