Takdir Manusia Sudah Tertulis di Lauhul Mahfudz, Hikmah OTT Gubernur RM Oleh...

Takdir Manusia Sudah Tertulis di Lauhul Mahfudz, Hikmah OTT Gubernur RM Oleh KPK

AGUS/RBO: Ust.Andik Sugio Basuki, LC
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Takdir seluruh umat manusia di muka bumi ini semuanya sudah tertulis di lauhul mahfudz.
Seperti aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terhadap istri Gubernur Bengkulu beserta para kontraktor yang melakukan penyuapan dalam kasus proyek jalan di Provinsi Bengkulu yang ikut menyeret nama Gubernur Bengkulu yang sempat menggegerkan pemberitaan media nasional hingga detik ini.
Sementara itu, menurut Ustadz Andik Sugio Basuki, LC, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Rezeki, jodoh bahkan maut pun tak ada seorang pun yang tahu. Semua sudah tertulis jelas di Lauh Mahfudz yang isi ceritanya sekarang masih menjadi rahasia Allah. Begitupun juga kapan kehidupan baru dimulai dan kapan kematian menjemput, semua tak ada yang tahu.
Disisi lain, dijelaskan lulusan LIPIA Jakarta ini, Lauh Mahfudzh berasal dari bahasa Arab yang berarti kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario atau catatan kejadian di alam semesta. Lauh Mahfuzh disebut beberapa kali di dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah dalam surah Az-Zukhruf 43: 4, Qaf 50: 4, An-Naml 27: 75 dan lainnya.
“Semua takdir kita benar-benar sudah ditulis rapi. Mulai dari awal kita hidup sampai menuju detik kematian kita. Bahkan nasib beruntung tidaknya kita kelak, neraka yang mengerikan atau surga yang indah, semua pun sudah tertuliskan,” jelasnya.
“Tapi dari semua lembaran catatan nasib kita yang tertulis jelas di Lauh Mahfudz, masih ada beberapa lembaran kosong yang sengaja Allah siapkan untuk kita tulis sendiri. Kita bisa menulis lembaran kosong itu dengan sesuka hati. Lembaran kosong dimana kita bebas untuk mengekspresikan diri,” tambahnya.
Ditambahkan dia, tak hanya sebatas itu, Allah Maha Segalanya. Semua takdir makhluk Allah yang sudah ditulis-Nya di Lauh Mahfudz, bisa saja dihapus atau diubah sesuai kehendak-Nya. Allah yang Maha Pemurah dan Maha Bijaksana, bahkan takdir manusia yang sudah tertulis pada Lauh Mahfudz pun bisa di ubah dengan doa dan perbuatan baik.
Seperti yang dijelaskan dalam surah Ar Ra’d, 13: 39) yang artinya, “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuz).
Serta, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, “Tiada yang bisa mengubah takdir selain doa dan tiada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik”.
“Disini kita tahu bahwa sebenarnya ketentuan Allah itu memungkinkan untuk kita ubah sendiri dengan doa. Jatah umur pun masih bisa dihapus dan kemudian di tulis ulang dengan semua perbuatan baik,” terangnya.
Sementara itu, ia mengajak masyarakat di Bengkulu agar menulis lembaran kosong pada Lauh Mahfudz dengan doa dan semua perbuatan baik.
“Mari kita sama-sama mengubah takdir buruk itu menjadi baik dan semakin baik. Mari kita sama-sama terus berusaha dan berusaha memperbaiki diri. Terus berada di jalan-Nya. Terus menjauhi semua larangan-Nya.Semoga kelak kita sama-sama berada pada surga indah-Nya. AAmiin,” jelasnya.
“Semoga kasus OTT oleh KPK RI yang terjadi di Bengkulu menjadi bahan pembelajaran berharga bagi kita semua agar senantiasa terus berpegang teguh pada ajaran agama. Ingatlah bahwa setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah sesuai dengan kadar keimanannya dan amanah yang ia emban. Jadi jangan memaki, menyudutkan dan menjelek-jelekkan sampai ke kehidupan pribadi beliau. Karena belum tentu kita yang terbaik, kalau lah bukan Allah yang menutupi aib-aib kita,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

9 − four =