Walimurid Demo di SMAN 8

Walimurid Demo di SMAN 8

BERBAGI

RBO, BENGKULU – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bengkulu makin mencuat. Jumat kemarin (7/7) sekira pukul 07.00 WIB puluhan wali murid yang berdomisili di Kelurahan Pematang Gubernur Kota Bengkulu itu, menggelar demonstrasi di depan SMAN 8 Kota Bengkulu terkait dengan penolakan anaknya yang mendaftar di SMA tersebut.

Puluhan massa demo itu berorasi di depan SMN 8 itu diantaranya mereka menuntut pihak sekolah sesuai dengan perjanjian awal sebelum sekolah tersebut berdiri yang mana anak-anak warga setempat, Kelurahan Pematang Gubernur khususnya diterima di SMN 8 ini. Yang kedua mereka juga minta anak-anak mereka diterima oleh pihak sekolah masuk ke SMN 8 itu. Selang beberapa menit 10 orang perwakilan demo itu ditemui langsung oleh Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Bengkulu, R Wahyu DP, SH, M.Si,MM. Dalam pertemuan yang singkat itu dia menjelaskan, memang DPPB tahun ini membuat banyak protes dari wali murid yang mendaftarkan anaknya, baik itu di tingkat SMP maupun di tingkat SMA.

Untuk menanggapi protes warga ini, pihaknya juga berusaha sebagaima untuk memenuhi hasrat protes warga itu.

“Tadi malam sudah ada surat edaran bapak Menteri tentang penerimaan Siswa baru tahun 2017. Dalam edaran itu, jika ada kondisi suatu daerah yang belum memungkinkan kita bisa melakukan evaluasi kembali yang dilakukan oleh Diknas Provinsi atau dinas terkait. Dalam peraturan menteri itu juga, kita diperbolehkan siswa dalam satu kelas itu diisi oleh 36 siswa sesuai dengan Permen. Tetapi kita mengantisipasi itu terlebih dahulu dengan teknis kita 32 untuk mengimbangi sekolah swasta yang ada. Karena kadang-kadang sekolah swasta tidak mendapat siswa,” terangnya Jumat kemarin.

Selama ini, lanjut dia, PPDB sudah tutup. Kemudian masih ada kran yang terbuka, sehingga PPDB sudah ditutup masih bisa masuk ke sekolah Negeri. Dalam hal ini pihaknya berusaha setelah PPDB itu ditutup tidak ada penerimaan siswa baru lagi. Semuanya selesai.

“Masalah dengan aspirasi, wali murid di SMN 8 ini, kita sudah berkoordinasi dengan kepala  SMAN 8 dan mereka juga masih punya ruang. Kemudian nanti pada saat rapat  akan kita bahas lebih dalam lagi, apakah kita akan menyesuaikan dengan permen ataukah tidak. Yang jelas tempat-tempat yang banyak penduduknya itu akan kita prioritas untuk bisa masuk melalui jalur lingkungan ini,” kata dia.

Sementara itu salah satu perwakilan dari wali murid yang ikut dalam aksi itu, Murwan menuturkan, pihaknya yang melakukan demo ini semua massa menerima penjelasan dari pihak diknas itu untuk memprioritaskan anak mereka di kawasan SMAN 8 itu dapat masuk dan bisa sekolah di SMAN 8 yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Ya, jika pihak Diknas akan mengabuli permintaan kami, dan akan memprioritaskan dan membahas tuntutan kami ini di forum rapat pihaknya nanti, kami semua wali murid ini menerima. Tetapi ingat, jika anak kami ini masih tidak bisa masuk ke SMAN 8 ini nanti, kami kembali gelar demo besar-besaran. Karena kami ini orang wilayah di lingkungan ini masa anak kami sendiri tidak terdaftar masuk ke SMA ini,” demikian tutupnya. (ide)