Mendikbud RI Prof.Muhajjir Effendy,MPA: Menolak, Silakan Mengundurkan Diri

Mendikbud RI Prof.Muhajjir Effendy,MPA: Menolak, Silakan Mengundurkan Diri

45
BERBAGI
Agus/RBO: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Prof.Dr.H.Muhadjir Effendy,MPA

Kemendikbud Lakukan Redistribusi & Realokasi Guru

RBI, BENGKULU – Mendikbud RI Prof.Muhajjir Effendy,MPA menanggapi terkait adanya masalah kekurangan tenaga pengajar (guru-red) diberbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu yang kerap dikeluhkan oleh pihak sekolah.
Sementara itu, selain masalah guru pensiun dan moratorium CPNS, salah satu penyebab kekurangan guru di sekolah tersebut selama ini dikarenakan belum meratanya penyebaran guru di masing-masing sekolah.
Oleh sebab itu, lanjut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, pihaknya kedepan akan melakukan program redistribusi & realokasi guru.
“Dengan zonasi ini, nanti akan kita petakan. Yang mana guru kurang, dimana tidak terjadi kemerataan. Nanti akan kita lakukan program redistribusi dan realokasi guru, sehingga nanti akan terpetakan dengan baik,” jelasnya singkat usai menunaikan salat Jumat di mesjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu, Jumat kemarin (13/7).
Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata menjelaskan, rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk meredistrubusi guru akan dibahas dalam rapat koordinasi khusus bersama Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia.

“Secara teknis redistribusi guru hanya akan dilakukan antarsekolah dalam satu zona,” tegasnya saat kunjungan kerja ke Bengkulu dalam acara Penganugerahan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Berprestasi dan Berdedikasi di Bengkulu.

Disisi lain, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud RI Hamid Muhammad menambahkan, setiap guru yang mendapat mandat untuk pindah tugas tidak boleh menolak. Pasalnya, redistribusi dan perpindahan tempat tugas merupakan salah satu konsekuensi guru sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“PNS itu harus bersedia ditempatkan di mana saja. Kalau menolak dipindahkan, ya silakan resign (mengundurkan diri-red) saja,” tegasnya.

Ditambahkan, kebijakan redistribusi guru berkualitas ini dilakukan menyusul kebijakan zonasi yang mulai diterapkan secara nasional dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017 ini. Sebagaimana dengan sistem zonasi, redistribusi guru juga dilakukan dengan tujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan. Ia meyakini, jika proses pemerataan kualitas pendidikan seperti ini tidak akan mengurangi kualitas siswa dan proses pembelajaran di sekolah-sekolah unggulan.

“Selama ini guru-guru berkualitas menumpuk di sekolah-sekolah unggulan. Jangan lupa, dampak positifnya kita akan mendapat sekolah-sekolah berkualitas baru. Karena guru yang diredistribusi nanti harus menerapkan praktik baiknya di sekolah yang baru nantinya,” pungkasnya. (ags)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY