5 Kasus Korupsi Ditangani Polda Bengkulu

5 Kasus Korupsi Ditangani Polda Bengkulu

134
BERBAGI
Kapolda Bengkulu Coki Manurung
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung, SH. M. Hum

RBO, BENGKULU – Direktorat Reskrim Khusus Polda Bengkulu akan mengusut beberapa kasus tipikor yang sudah diketahui kerugian negaranya. Beberapa waktu lalu, memang Polda Bengkulu sudah menaikkan status penyelidikan dugaan korupsi itu. Diantara penanganan kasus tersebut pihaknya menyelidiki pekerjaan fisik bangunan, yang dua diantaranya merupakan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, yang pengerjaannya dilaksanakan tahun 2015 lalu.

Akan tetapi dalam pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi, dan terindikasi terjadi tindak pidana korupsi, hingga menyebabkan kerugian keuangan negara. Empat kasus yakni, Kasus Pengelolaan dana KONI Provinsi Bengkulu Rp 5,2 miliar 2015, Pembangunan jalan Tugu Hiu-SP Kroya Benteng (Dinas PU Provinsi) Rp 7,4 miliar pada tahun 2015, Pembangunan jembatan Padang Leban Kaur (Dinas PU Provinsi) Rp 11 miliar 2015 hingga Pembangunan PPI Seluma (Dinas DKP Seluma) Rp 3,3 miliar tahun 2015 Jumlah dana pekerjaan yang terindikasi korupsi Rp 26,9 miliar.

Terakhir, kasus yang sedang ditangani pihak Polda Bengkulu saat ini yakni, pengadaan benih keledai di Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu. Diketahui, pelaksanaan anggaran ini dilakukan pada tahun 2015 lalu. Dalam penyelenggaran itu, mengucurkan dana hingga Rp 281.820.000,-. Dalam laporan ke pihak Kepolisian pada awal Juli lalu, salah satu pejabat berinisial Fa warga Kelurahan Betungan dilaporkan dalam kasus ini.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung, SH. M.Hum melalui Direktur Reksrimsus Polda Bengkulu membenarkan adanya pihaknya menangani beberapa kasus tersebut. Hingga akhir tahun ini, pihaknya baru memastikan status beberapa perkara tersebut.
“Baru ada 4 yang sudah kita naikkan statusnya. Namun masih ada yang kita tangani, karena baru memanggil beberapa saksi,” terangnya.

Terkait penetapan tersangka, nantinya akan menyelesaikan pemeriksaan hingga menemukan indikasi kerugian yang dapat sudah dipastikan.

“Seperti biasanya, kita terlebih dahulu melakukan gelar perkara terlebih dahulu,” tutup Herman, Minggu (16/07) kemarin via telepon. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

5 × 5 =