OTT Kaur, 99 Orang Dimita Duit Ratusan Juta

OTT Kaur, 99 Orang Dimita Duit Ratusan Juta

1177
BERBAGI
Ronal/RBO: Jumpa Pers OTT Dinas BKD Kabupaten Kaur.

Kapolda: Indikasi Pejabat Bermain Ada

RBO, BENGKULU – Direktorat Reksrimum Polda Bengkulu melakukan jumpa pers terkait operasi tangkap tangan pelicin di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kaur beberapa waktu lalu. Dalam tangkapan itu, pihaknya menangkap Kepala Subid SDM (Sumber Daya Manusia) berinisial Bu warga Kecamatan Tetap (Muara Tetap.red). Pejabat tersebut diduga telah menerima uang pelicin hingga ratusan juta rupiah. Dalam pengembangan, Su  yang sebelumnya diamankan pada Sabtu (15/07) lalu merupakan pemberi uang terhadap Bu.

Dalam pantauan, Bu saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Tim Jatanras Polda Bengkulu. Saat jumpa pers kemarin, Senin (17/07) Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Rafik, SE didampingi oleh Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, S.Ik, Kasubid Penmas Polda Bengkulu, Kompol Mulyadi dan Kanit Opsnal Jatanras Polda Bengkulu AKP Johan Andika, S.Ik mengatakan, dalam pihaknya sudah melakukan pengintaian sejak lama. Dimana dalam laporan masyarakat setempat ada oknum pejabat yang melakukan tindakan pungli terhadap pengangkatan Bidan dan Dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) agar lulus dalam CPNS.

“Dari informasi di Kaur, setiap pengangkatan Bidan dan Dokter selalu diminta uang. Maka kita, Omdusman dan Tim Jatanras melakukan pengintaian. Setelah ditelusuri maka kita lakukan OTT, beberapa waktu lalu kita tangkap pelakunya yang merupakan oknum pejabat di BKD Kabupaten Kaur.”

Menariknya, dalam transaksi tersebut uang dikirim melalui rekening Bank BRI dan Bank Pemda Bengkulu. Rafik menjelaskan, jika uang sebesar Rp 25 juta tersebut. Uang sogokan pertama dari sebesar Rp 30 juta hingga Rp 80 juta diberikan oleh bidan dan dokter PTT tersebut. Bahkan, dari beberapa orang pun dipungut hingga uang sebesar Rp 150 juta per orangnya sebagai pelicin untuk CPNS.

“Uang tersebut masuk dalam rekening hingga sebesar Rp 440 juta yang sudah masuk dalam rekening ini. Setiap gelombong mereka meminta, Rp 40 hingga Rp 80 juta. Mereka menyanggupi dengan memberikan uang tanda jadi, hingga melunaskan nya. Sementara uang yang kita amankan saat ini sebesar Rp 25 juta ini, nanti akan kita kembangkan kembali. Ada 99 orang yang sudah diminta oleh tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Reskrimum polda Bengkulu masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait OTT ini. Terkait tersangka, kemungkinan akan bertambah.

Terpisah, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung, SH, M.Hum mengisyaratkan akan memeriksa para pejabat petinggi di Dinas tersebut. Bahkan, akan melakukan penutupan dengan garis polisi.

“Untuk Kabag Hingga Kadis akan kita periksa semua. Kita akan tutup dengan garis polisi kantor disana, indikasi pejabat petinggi pasti ada. Ini masih dalam pengembangan kita,” tegas Kapolda Bengkulu.

Pasal yang disangkakan yakni pasal 368 ayat (1) dan ayat 2 KUHP atau Pasal 423 KUHP atau pasal 12e UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi. Untuk Diketahui Terkait penerimaan CPNS Bidan dan dokter PTT, pada 22 Maret 2017, Pemkab Kaur melalui Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Kaur mengumumkan 99 nama bidan dan dokter PTT yang lulus seleksi CPNS di Kementerian Kesehatan RI pada 22 Maret 2017 lalu.

Mereka terdiri dari 95 orang bidan PTT dan 4 orang dokter PTT. Hingga saat ini masih ada 33 orang yang belum menerima SK. Saat proses pengumuman ini, sempat menjadi gejolak karena terjadi penundaan jadwal yang harusnya diumumkan 20 Maret 2017. Kemudian, pada Selasa 16 Mei 2017, 40 bidan dan 4 dokter PTT di Kabupaten Kaur menerima Surat Keputusan (SK) CPNS terlebih dahulu. (run)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

8 + 12 =