2 Penerima Duit Panas Enggano Setor 250 Juta

2 Penerima Duit Panas Enggano Setor 250 Juta

BERBAGI:

Yang Lain Agar Segera, Sebelum Terlambat

RBO, BENGKULU – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Rabu kemarin, (19/7) berhasil mengembalikan kerugian Negara Rp 250 Juta dari kerugian Rp 7,1 Miliar dalam kasus Proyek pembangunan Jalan Laven di Pulau Enggano tahun 2016 dengan anggaran Rp 17,5 miliar itu. Dikatakan Ketua Penyidik Kejati Bengkulu, Adi Nuryadi Sucipto SH, MH, dari 6 orang yang diduga menerima aliran uang, dari Direktur Penguasa PT. Gamely Alam Sari Yakni Lie End Jun, hari ini (kemarin red) baru 2 orang yang datang mengembalikan uang yang pernah diterimanya dari Lie End Jun, yakni, Tamimi mantan PPTK dan juga sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Proyek Enggano bentukan Gubernur Bengkulu Non aktif Ridwan Mukti, dan Anggota Pokja Proyek Enggano, Zulkifli Lubis. Namun masih ada 4 orang lagi yang belum mengembalikan. Pihaknya berharap niat baik dari penerima aliran uang Proyek Enggano itu.

“Ya hari ini (kemarin red) kita didatangi niat baik dari penerima aliran uang dari Enggano. Sesuai dengan Kwitansi Tamimi menerima uang dari Lie End Jun sebesar Rp 296 Juta dan telah dikembalikan Rp 150 Juta, sedangkan Zulkifli Lubis menerima uang dari Lie End Jun sebesar Rp 140.000.000 dan hari ini (kemarin red) telah dikembalikan Rp 100, Juta, kedua mereka belum mengembalikan sepenuhnya,” beber Adi saat diwawancari Rabu kemarin, (19/7).

Uang yang telah dikembalikan ini, lanjut dia, pihaknya segera mengmbalikannya ke Negara, sebelumnya pihaknya akan menitipkan uang tersebut ke Bank BRI yang ada di Bengkulu. Ditambahkannya kerugian Negara ditafsirkan dalam Proyek pembangunan jalan di Pulau Enggano itu sekitar Rp 7,1 Miliar kemudian dia juga mengharapkan kepada Penguasa PT. Gamely Alam Sari juga melakukan demikian mengembalikan uang yang pernah diambilnya.

“Ya kita harap kepada Lie End Jun juga bersedia mengembalikan uang yang telah diterimanya itu. Khusus untuk orang yang telah mengembalikan kerugian negera ini, nanti akan kita evaluasi kembali, sekarang kita belum bisa menentukan bagai mana status mereka setelah mengembalikan uang ini, nanti kita lihat saja hasil evaliasinya,” ujarnya. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eleven + seventeen =