FMSLB Pertanyakan Replanting PT BNT

FMSLB Pertanyakan Replanting PT BNT

BERBAGI

RBO, BENTENG – Masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sungai Lemau Bersatu (FSLMB) pertanyakan replanting yang dilakukan PT Bio Nusantara Teknologi (BNT) di areal kebun usaha perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, padahal HGU PT BNT akan berakhir pada tahun 2025.

“Saat ini, di beberapa afdeling PT Bio sudah melakukan replanting, padahal 8 tahun lagi HGU mereka habis. Kami mempertanyakan dasar mereka melakukan replanting itu,” kata Ketua FMSLB yang juga Kades Air Napal Kecamatan Bang Haji, Riskan Arif.

Masyarakat juga mencurigai adanya tindakan diam-diam dilakukan oleh perusahaan dan pemerintah dalam memperpanjang HGU PT BNT. Menurutnya jika hal tersebut betul terjadi maka pihaknya akan melakukan upaya hukum, mengingat masyarakat dan pemerintah desa sekitar wilayah usaha PT BNT tak pernah dilibatkan dalam pembahasan perpanjangan HGU.

“Kami mencurigai adanya perpanjangan HGU tersebut secara diam-diam, sehingga membuat PT Bio sudah melakukan replanting. Jika benar maka kami akan melawan secara hukum,” kata Riskan.

Dia juga meminta DPRD melalui komisi II dan III melakukan penelusuran terkait HGU PT BNT. Sehingga bisa diketahui bila ada pelanggaran, terlebih dirinya yang sudah memimpin Desa Air Napal 2 periode itu dan desa lainnya tak pernah dilibatkan dalam pembahasan perpanjangan HGU.

“Kami meminta DPRD dapat membantu kami mencari tahu dasar mereka melakukan replanting. Harusnya Pemda tak memperpanjang HGU mereka, mengingat masyarakat sudah tak bisa berkebun lantaran sudah tak memiliki lahan akibat tragedi tahun 1980 dan 1981 dimana pihak perusahaan melakukan perampasan lahan atas nama HGU padahal HGU mereka baru keluar tahun 1997,” katanya. (tan)