1 Kabur ke Atap, 2 Tsk Korupsi Dijel, 3 Nyusul

1 Kabur ke Atap, 2 Tsk Korupsi Dijel, 3 Nyusul

BERBAGI
Dedi/RBO: Tersangka saat digiring Kejati jelang ditahan.

Kasus Pemukiman Kumuh Rp 11,5 M

RBO, BENGKULU – Sesuai dengan janji Aspidsus Kejati, Tsk Kebur ke dalam bumipun digali! Dijemput Paksa dan bersembunyi di atas atap rumah Tsk Rosmen selaku Direktur Utama (Dirut) PT Vikri Abadi Grup ditangkap. Kemudian Tsk Arbani selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) menyerahkan diri juga ditahan Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Kedua Tsk itu terserat dalam kasus Pemukiman kumuh dalam Kota Bengkulu tahun 2015 senilai Rp 11,5 Miliar dan hasil audit proyek tersebut menelan kerugian negara Rp 3,2 Miliar.

Kajati Bengkulu Baginda Polin Lumban Gaol SH, MH, mlalui Kasi Penkum Ahmad Fuadi SH, mengatakan, kronoligi penangkapan Tsk Rosmen, tim Penyidik dari Kejati Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Aspidsus Kejati Bengkulu Hendri Nainggolan SH, MH, Tsk ditangkap di kediamannya di perumahan Grand Mahakam, Jalan Mahakam 4 Kelurahan Lingkar Barat, Kota Bengkulu. Saat tim Penyidik melakukan penyergapan Tsk sempat bersembunyi di atas atap rumahnya.

Namun persembunyian Tsk berhasil ditemukan oleh tim Penyidik akhirnya tsk langsung digandeng ke Kejati Bengkulu untuk diperiksa dan langsung dilakukan penahanan sekira pukul 17.30 WIB kemarin sore.

“Ya Tsk sempat kita periksa sebagai status Tsk, dan memeriksa kesehatan yang bersangkutan sebelum dititipkan di Rutan Malabero,” tandasnya.

Kemudian untuk Tsk Arbani memang datang dengan korporatif memenuhi pangilan Penyidik untuk diperiksa sebagai Tsk dalam kasus tersebut, sebelumnya Tsk Arbani dikabarkan berada di Surabaya Jawa Timur, namun Penyidik Kejati tidak tinggal diam dan manyusul ke Surabaya, menariknya yang bersangkutan ternyata tidak berada di Surabaya, dan kemarin langsung menyerahkan diri untuk diperiksa.

“Ya kalau untuk Tsk Arbani memang datang dengan sendirinya menyerahkan diri hari ini (kemarin red), setelah kita periksa akhirnya Penyidik berkesimpulan kedua Tsk langsung ditahan. Penahanan kedua Tsk sesuai dengan pasal 2, Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya.

Sementara itu untuk 3 orang Tsk lainya dalam kasus ini diantaranya AR mantan Kadis PU Provinsi Bengkulu dijadwalkan diperiksa Rabu  hari ini.

“Khusus untuk Tsk Andi Rolinsyah, memang baru dipanggil satu kali, dan belum memenuhi panggilan kita, mungkin hari ini (Besok red) tsk kita panggil dan diperiksa sebagai Tsk. Kita lihat saja langkah selanjutnya 3 Tsk lainya itu juga akan demikian,” tandasnya.(ide)