Cari Narkoba, Semua PNS Prov Wajib Dites Urine

Cari Narkoba, Semua PNS Prov Wajib Dites Urine

AGUS/RBO: Pejabat Pemprov poto bersama usai pemeriksaan narkoba, kemarin (31/7).
BERBAGI:

Rencananya Rutin 6 Bulan Sekali

RBO, BENGKULU – Pemprov Bengkulu melaunching pemeriksaan narkoba untuk seluruh ASN di lingkungan Pemprov Bengkulu, kemarin (31/7). Ini untuk mencari PNS yang mengkonsumsi narkoba. Juga mencegah agar narkoba tidak merusak PNS Provinsi Bengkulu.
Sementara itu, pasca launching yang digelar di lapangan Kantor Gubernur Bengkulu, langsung dilaksanakan tes urine perdana kepada Plt Sekda Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya. Sementara untuk tahap pertama, pemeriksaan narkoba ini dilakukan terhadap 7.500 ASN dari total ASN lingkungan Pemprov Bengkulu ± 11.000 orang.
“Pemeriksaan Narkoba bagi ASN Pemprov Bengkulu ini bukan hanya sekadar pencitraan. Inikan sifatnya pencegahan terhadap penggunaan narkoba dan kita menginginkan kedepan ASN menjadi contoh untuk masyarakat untuk menjauhi barang haram tersebut,” terang Plt.Sekda Provinsi Bengkulu H.Gotri Suyanto, kemarin.
Dijelaskan, kedepannya pemeriksaan narkoba tersebut akan dilakukan secara rutin minimal 6 bulan sekali dan menyasar ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bengkulu. Untuk biaya pemeriksaan narkoba, setiap OPD diminta untuk menyiapkan anggaran masing-masing.
“Tes ini dilakukan ruti 6 bulan sekali bukan insidental, jadi untuk penganggaran kita meminta setiap OPD menyiapkannya. Sehingga dalam beberapa tahun kedepan ASN itu steril dari narkoba,” tegasnya.
Jika anggaran memungkinkan, lanjutnya, pemeriksaan (tes urine) ini kedepan juga akan dilakukan kepada seluruh pegawai non ASN di lingkungan Pemprov Bengkulu.
“Selain ASN barangkali kedepan Pak Kadinkes pemeriksaan itu juga dilakukan ke pegawai lainnya yang non ASN,” tegasnya.
Secara teknis pemeriksaan narkoba Abdi Negara Pemprov ini dilaksanakan oleh 4 tim yaitu dari Dokkes Polda Bengkulu, BNN Provinsi Bengkulu, RSJ Soeprapto Bengkulu dan Dinkes Provinsi Bengkulu. Tes ini dilaksanakan dalam 2 minggu, dimulai di Sekretariat Pemda Provinsi dan dilanjutkan ke seluruh OPD secara acak.
“Ini merupakan bagian dari pakta integritas. Pemeriksaan rutin ini sebagai bentuk pencegahan penggunaan narkoba, selain Dinkes Provinsi melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkoba,” jelas Kadinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni.
Jika dalam pemeriksaan nanti ditemukan adanya ASN yang terbukti mengkonsumsi narkoba apapun jenisnya, maka akan dilakukan penanganan khusus. Tindaklanjut yang dilakukan tidak langsung diberikan sanksi tegas, namun terlebih dulu dilakukan pembinaan.
“Nanti akan kita ketahui bagaimana hasil dari pemeriksaan apakah positif atau negatif. Dan kalau ada yang positif, untuk tahap awal kita akan melakukan pembinaan,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two × 2 =