Lagi, Pemkot Mutasi Pejabat

Lagi, Pemkot Mutasi Pejabat

BERBAGI
ARI/RBO: Para pejabat yang mengikuti prosesi pelantikan di aula kantor Pemda Kota Bengkulu.

RBO,BENGKULU – Dimulai akhir bulan Juli hingga awal Agustus 2017 ini, Pemerintah Kota Bengkulu sudah tiga kali menggelar mutasi. Perombakan posisi pejabat dimasing masing OPD diyakini demi peningkatan pelayanan untuk masyarakat. Namun perombakan ini juga bertepatan dengan masa akhir masa jabatan Helmi Hasan sebagai Walikota Bengkulu.

Terpantau, ada enam eselon tiga dan enam eselon 4 untuk nama lengkap dan jabatannya (lihat grafis,red).

Sebelumnya pun dalam tempo dua bulan ini, sudah puluhan PNS meliputi lurah, camat, Kepala Sekolah dan Kadis yang dilantik dan dimutasi.

Terbaru kemarin (8/8) dua belas pejabat menjalani proses pelantikan dan mutasi di kantor Walikota Bengkulu yang berada di Kelurahan Bentiring.

Menyikapi selentingan berbagai pihak bahwa mutasi yang dilakukan secara berturut- turut ini bernuansa kental politis, Sekretaris Daerah (Sesda) Kota Bengkulu Marjon, M.Pd menegaskan bahwa proses mutasi dan rotasi dilingkungan Pemda Kota sama sekali tak didasari sentimen politik atau keinginan pribadi. Itu bisa dibuktikan jika ada masyarakat yang ingin melihat hasil kajian tim kebutuhan sektor tenaga dimasing- masing bidang.

“Ini menjawab sentilan atau saran beberapa pihak yang meminta pemkot tidak gelar mutasi atau rotasi atas dasar suka- suka atau egoisme pribadi, silakan cek sendiri bentuk kajian kami seperti apa. Setiap kami menggelar mutasi dan rotasi selalu terlebih dahulu melalui proses kajian kebutuhan. Bukan didasari kepentingan pribadi, apalagi sentimen politik,” tegas Marjon berulang kali dalam berbagai kesempatan.

Ditambahkan Marjon bahwa jangan sampai kondisi menjelang pemilihan Walikota dimanfaatkan oknum untuk menghasut, mengadu domba pejabat pemerintah kota. Untuk itu dia harap para pihak untuk memahami tupoksi ketika berkomentar di media.

“Pahami dulu tupoksinya seperti apa. Pengawasan ke pemerintahan itu yang mana. Jangan menabrak tupoksi dong. Sekali lagi saya tegaskan bahwa proses mutasi didasari kajian. Bukan kepentingan pribadi. Dan dalam waktu dekat akan ada rotasi jabatan lagi demi kelancaran roda pemerintahan,” tutup Marjon. (lay)